Pemuda Ini Menanam Sorgum demi Mengembangkan Pangan Alternatif

Klikhijau.com – Sorgum (Sorghum spp), satu tanaman pangan alternatif yang dulu banyak dibudidayakan sebagai pengganti beras atau jagung. Entah sejak kapan, sorgum mulai langka bahkan hanya tinggal ken...

Pemuda Ini Menanam Sorgum demi Mengembangkan Pangan Alternatif
Bacakan Artikel

Hanya saja, karena umur benih tidak seragam, maka usia panen pun menjadi tidak seragam. Kendala berikutnya ketika sudah tumbuh, adalah serangan hama burung emprit yang memakan tanaman sorgum ketika sudah berbuah.

[irp]

Jika berhasil, Sukandar mengaku akan memulai mengembangkan sorgum dalam skala luas. “Rencana pengembangan tanaman sorgum saya akan tanam 1 sampai 2 hektare, untuk musim tanam berikutnya pada bulan Agustus,” tegasnya.

[caption id="attachment_15274" align="alignnone" width="335"]Abadi Sukandar menanam sorgum Abadi Sukandar memegang Sorgum - Foto/Ist[/caption]

Manfaat sorgum

Abadi juga berharap semakin banyak orang yang menanam sorgum sebagai pangan alternatif. “Banyak tanaman sorgum di sini hanya tumbuh liar dan terbengkalai. Tidak ada orang yang memanfaatkannya. Padahal, sorgum memiliki cita rasa yang enak mas,” tutur Abadi.

“Dengan menanam ini saya juga ingin mengajak yang lain mengembangkannya. Ini pangan lokal yang perlu dilestarikan kembali,” pungkasnya.

Gondem mengandung serat tinggi dan kandungan protein yang bahkan setara dengan jagung sebesar 10,11 persen.

Kandungan pati dari gondem bahkan lebih tinggi dari jagung yakni sekitar 80,42 persen, sedangkan jagung hanya 79,95 persen. Tanaman ini memang layak dibudidayakan sebagai pangan alternatif karena manfaatnya yang jauh lebih baik dari tepung terigu.

Hal ini karena gluten free serta memiliki angka glikemik index  yang rendah. Gondem bisa diolah menjadi tepung sehat dan cocok untuk diet. Abadi telah memulai menanamnya kembali, ia ingin mengembalikan sumber-sumber pangan masa lalu—satu cara bijak mengatasi ancaman krisis pangan.

[irp]

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2