Pembalut Kain Ubah Stigma Perempuan sebagai Kontributor Kerusakan Lingkungan

Klikhijau.com – Pembalut dan perempuan, dua hal yang tak bisa terpisahkan. Perempuan rata-rata menggunakan 10 ribu pembalut   selama masa subur. Bisa dibayangkan betapa banyaknya pembalut yang diha...

Pembalut Kain Ubah Stigma Perempuan sebagai Kontributor Kerusakan Lingkungan
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Pembalut dan perempuan, dua hal yang tak bisa terpisahkan. Perempuan rata-rata menggunakan 10 ribu pembalut   selama masa subur.

Bisa dibayangkan betapa banyaknya pembalut yang dihasilkan oleh perempuan. Selain itu betapa repotnya bagi seorang perempuan sedang mengalami menstruasi dan harus tetap menjalankan aktivitas.

Dalam sehari ia harus menggantinya, entah berada di rumah, tempat kerja bahkan dalam perjalanan sekalipun.

Pembalut-pembalut itu sebagian besar dibuang begitu saja. Tidak diolah dengan baik sehingga berpotensi menjadi limbah yang akan merusak lingkungan.

Tidak  hanya merusak lingkuang, tapi juga  bisa menimbulkan masalah bagi kesehatan dan estetika. Perempuang yang membuang pembalutnya sembarangan akan dianggap jorok.

Karena itulah, permasalahan ini memang memerlukan perhatian dan solusi yang tepat. Tidak mungkin ada aturan yang akan melarang perempuan tidak menggunakan pembalut ketika sedang haid.

Penggunaan pembalut telah menjadi keniscayaan. Sayangnya pembalut-pembalut yang banyak digunakan terbuat dari plastik yang butuh hingga ratusan tahun untuk terurai.

Menurut penelitian, di dalam pembalut perempuan sekali pakai terdapat gel yang belum tentu aman bagi organ reproduksi. Pengisi utamanya bahkan tidak 100% kapas asli, kadang terdapat campuran serbuk kayu dan kertas bekas, sehingga bahan pembalut tersebut pada umumnya diberi tambahan pemutih dan pewangi yang berpotensi memicu kanker rahim.

Maka solusi yang tepat adalah penggunaan pembalut kain. Salah satu yang menggagas hal itu adalah Westiani Agustin

Westiani Agustin atau biasa disapa Ani merupakan salah seorang pemerhati lingkungan. Ia mendirikan usaha bernama  Biyung.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2