Pegagan, Si Liar yang Telah Jadi Tanaman Obat Tradisional Sejak Tahun 1884

Klikhijau.com - Pegagan (Centella asiatica (L.) memang liar. Ia dapat tumbuh sendiri tanpa perawatan, bahkan dianggap gulma. Namun, tanaman dari famili Apiaceae memiliki prospek cukup baik sebagai tan...

Pegagan, Si Liar yang Telah Jadi Tanaman Obat Tradisional Sejak Tahun 1884
Bacakan Artikel

Hal menarik dari tanaman ini sebagai tanaman obat karena tidak terlalu menyebabkan efek samping karena dapat dicerna oleh tubuh dan toksisitasnya rendah (Rusmiati 2007).

Tanaman berdaun hijau ini mengandung beberapa senyawa bioaktif, di antaranya  asiatikosida berupa glikosida. Senyawa ini  banyak digunakan dalam ramuan jamu atau obat tradisional, baik dalam bahan tunggal maupun ramuan.

Kandungan asiatikosida tanaman ini berkhasiat meningkatkan vitalitas dan daya ingat serta mengatasi pikun yang berkaitan erat dengan asam nukleat.

Selain itu, tanaman ini juga mengandung tanin, resin, minyak atsiri, sitosterol yang terdiri atas gliserida,  palmitat asam oleat, linoleat, stearat, sentoat dan sentelat. Kandungan tersebut berperan penting dalam  mendongkrak sistem imun tubuh.

Kandungan lain dari tanaman liar ini adalah senyawa glikosida madekosida pada bagian daun dan tangkai daun dan senyawa tersebut memiliki efek antiinflamasi dan antikeloid.

Senyawa vallerin terdapat dalam daun dan resin ditemukan dalam akar. Kedua senyawa tersebut memberikan rasa pahit atau mengandung asam pekat (Pramono 1992 dalam Sutardi, 2016).

[caption id="attachment_28539" align="aligncenter" width="650"] Daun pegagan-foto/Ist[/caption]

Manfaat pegagan

Tanaman ini banyak nama, misalnya di Jawa Barat disebut antanan, di Sumatera dinamai kaki kuda, di Madura namanya tikusan, dan masyarakat Bali menamainya  taiduh.

Sedangkan di Halmahera namanya kori-kori, Pegago di Minangkabau), dogauke atau sandanan atau gogauke di Papua), kalotidi manora di Maluku, dan bebile di Lombok. Sedangkan  di Desa Kindang, Bulukumba, Sulawesi Selatan, masyarakat menamainya ta’dung-ta’dung balaho.

Tidak hanya namanya yang banyak, tetapi juga manfaatnya, di antaranya sebagai penyembuh luka, radang, wasir reumatik, asma,  demam, tuberkulosis, lepra, disentri, dan penambah darah.

Sutardi, 2016 dalam penelitiannya yang berjudu Kandungan Bahan Aktif Tanaman Pegagan dan Khasiatnya untuk Meningkatkan Imun Tubuh mengungkapkan kandungan tanaman ini, yakni:


  • Sebagai antilepra dan antilupa.

  • Menurunkan tekanan darah dan menghambat terjadinya keloid.

  • Menurunkan gejala depresi, mencegah varises, dan memperlancar air seni.

  • Mengatasi gangguan pencernaan dan membersihkan darah.

  • Mengatasi wasir dan konstipasi.

  • Menyembuhkan flu dan sinusitis.

  • Mengatasi TBS kilit, gigitan ular, dan bisul.

  • Meningkatkan daya ingat, kecerdasan, dan konsentrasi.

  • Membangkitkan fungsi sistem saraf pada otak.

  • Membantu penyembuhan penyakit TBC.

  • Menghambat produksi jaringan bekas luka yang berlebihan.

  • Memberikan efek menenangkan, sebagai anticemas dan antistres.

  • Memperbaiki sel kulit mati, merangsang pertumbuhan kuku, rambut, dan jaringan ikat.

  • Menghilangkan rasa nyeri pada persendian.

  • Melancarkan peredaran darah.

  • Mengobati wasir


Sedangkan menurut Noor dan Ali (2004) tanaman ini adalah memiliki efek antispermatogenesis. Daunnya dapat digunakan sebagai penambah nafsu makan, sipilis, sakit perut, peluruh air seni, lepra, radang usus, batuk, sariawan, pembersih darah, obat disentri, dan sebagai kompres luka.

Sementara getahnya dapat  dimanfaatkan sebagai obat borok, cacingan, dan nyeri perut. Ekstraknya dimanfaatkan sebagai obat luka pada penderita lepra dan gangguan pembuluh darah vena.

Di samping itu, semua bagian pegagan dapat manfaatkan sebagai obat masuk angin, radang paru-paru, batuk, mimisan, dan disentri (Sudarsono et al. 2002).

Namun, perlu diingat daun tanaman ini dapat bekerja sebagai antifertilitas alami pada lelaki.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2