Merawat Asa Kampoeng Bambu Toddopulia di Masa Pandemi

Klikhijau.com - Kampoeng Bambu Toddopulia (KBT), Maros telah menjalani usia 3 tahun. Sejak di launching 8 April 2018 lalu, KBT mengalami pasang surut dari aktivitas dan animo pengunjung. Dampak pan...

Merawat Asa Kampoeng Bambu Toddopulia di Masa Pandemi
Bacakan Artikel
Wahdyuddin Yunus

Pendiri Jurnal Warung Kopi yang aktif sebagai pemerhati lingkungan sekaligus pegiat seni

Klikhijau.com - Kampoeng Bambu Toddopulia (KBT), Maros telah menjalani usia 3 tahun. Sejak di launching 8 April 2018 lalu, KBT mengalami pasang surut dari aktivitas dan animo pengunjung.

Dampak pandemi Covid-19 ikut menambah daftar kelesuan tempat wisata ini. Di tengah masa pandemi saat ini, Pengelolah KBT mencoba berkreasi, diantaranya dengan mengajak warga KBT untuk membuat kerajinan dari bambu.

Sejak pertengahan bulan Februari telah terbuat berbagai kreasi dari bambu. Berupa gelas bambu, pipet bambu, asbak, dan sendok bambu. Kreasi dari bambu ini tercipta diawali oleh 5 keluarga di sekitar lokasi KBT.

Asa untuk merawat ekonomi warga KBT di masa pandemi covid-19, perlahan mulai membuahkan hasil. Atas penawaran dan sejumlah permintaan, kini total produksi gelas bambu sudah mencapai 16 lusin.

Semangat untuk menghidupkan ekonomi warga di tengah wabah covid-19, semoga bisa tetap berlangsung. Ikhtiar kami selaku peintisa dan pengelolah KBT, untuk bisa menguatkan pondasi ekonomi warga sambil tetap melanjutkan program-program di KBT.

Kampoeng Bambu Toddopulia sejatinya adalah hutan bambu. Dimana bambu tumbuh di sekitar rumah warga. Jika dirunut, bambu merupakan tanaman yang mudah ditemukan diberbagai daerah di Indonesia.

Tanaman bambu, selain memiliki fungsi ekologi, tanaman bambu sering di gunakan oleh beberapa suku bangsa di nusantara sebagai bahan bangunan, transportasi, kuliner, pengobatan, peralatan rumah tangga bahkan digunakan sebagai alat musik.

Namun, bambu belum dianggap sebagai tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi?

[caption id="attachment_20316" align="alignnone" width="720"]kampoeng bambu Gelas bambu karya warga KBT Maros - Foto/Ist[/caption]

Lebih dekat dengan KBT

Hanya berjarak sekitar 30 kilometer dari Kota Makassar dan ditempuh kurang lebih 60 menit, kita sudah bisa sampai KBT, sebuah destinasi wisata yang terletak di Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Objek wisata yang satu ini cukup unik. Karena selain menyuguhkan hamparan pohon bambu yang menyapa setiap orang yang akan berkunjung ke lokasi ini.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2