Mengintip Serunya Kehidupan Babirusa di Nantu

Klikhijau.com - Tengoklah babirusa yang bersuka ria di habitat alaminya. Bersantap, bermain, berkubang, hingga berlumpur tanpa terganggu. Sungguh menggemaskan. Video Kompas.id yang berdurasi lebih dar...

Mengintip Serunya Kehidupan Babirusa di Nantu
Bacakan Artikel

Pada video Kompas yang berjudul “Merindu Adudu Selalu” juga tampak anak babirusa yang riang bermain. Mengikuti ke mana pun sang induk pergi.

Ia juga mengikuti setiap perilaku induknya. Termasuk melumuri seluruh badannya dengan lumpur. Tak hanya sendiri, tampak anak-anaknya yang lain. Mereka bermain kejar-kejaran hingga saling menanduk.

Karya videografer Harian Kompas, Lucky Pransiska, menunjukkan tak hanya babirusa menikmati asrinya Adudu. Satwa lain pun riuh bertandang.

Aneka burung, biawak hingga anoa daratan rendah. Anoa mendatangi Adudu terutama saat puncak kemarau. Memenuhi kebutuhan mineral yang terkadang hanya tersisa di Adudu.

Adudu adalah salah satu kubangan lumpur yang aktif sepanjang tahun. Tak jauh dari Adudu juga terdapat kubangan lainnya. Hanya saja saat musim kemarau tiba, ia mengering.

Populasinya terancam

Kian hari populasinya makin terancam. Jumlahnya terus merosot. Begitu rapuh. Rapuh dari sisi jumlah. Habitatnya pun terbatas.

Saat ini di Suaka Margasatwa Nantu hanya hidup 142 ekor. Jumlah ini bisa terus naik jika habitatnya terjaga. Terjaga dari gempuran para pemburu liar.

Tak hanya itu habitatnya juga terancam dari para petani sekitar Nantu. Memperluas kebun mereka dengan menerobos diam-diam lebatnya hutan Nantu.

Ini menjadi tugas berat polisi kehutanan BBKSDA Sulawesi Utara. Berkat kerjasama dengan YANI mereka terbantu. Bersama masyarakat lokal dan Brimob setempat, mereka rutin berpatroli. Menjaga keutuhan Suaka Margasatwa Nantu dari gempuran pemburu liar dan perambah.

Begitulah nasib babirusa yang malang. Reproduksi pun lambat. Hanya mampu menghasilkan satu sampai dua ekor anak setahun.

Sejak 1996 satwa ini telah masuk satwa yang langka dan dilindungi. Badan konservasi dunia (IUCN) dan Konvensi Perdagangan Internasional untuk prdagangan flora dan fauna yang terancam punah, CITES melindungi satwa khas ini.

Jika jenis ini tidak dilindungi dan dicintai maka salah satu warisan Wallacea ini tinggal cerita. Cerita yang tinggal kenangan belaka. Tak lagi bisa berjumpa langsung di hutan, habitat alaminya.

Semoga ia terus lestari. Begitu pun Suaka Margasatwa Nantu mampu bertahan dari sergapan manusia.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2