Mengenal Fitoplankton, Penghasil Oksigen yang Menyaingi Pohon

Klikhijau.com –  Apa yang paling dibutuhkan makhluk hidup untuk bernapas. Jawababnya adalah oksigen. Iya oksigen menjadi hal terpenting yang dibutuhkan mahkluk hidup. Ketiadaan oksigen akan membuat si...

Mengenal Fitoplankton, Penghasil Oksigen yang Menyaingi Pohon
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Artinya, fitoplankton ini sangat menyukai tempat yang bisa diterobos cahaya. Ia tidak suka ngumpet pada kegelapan.

Penghasil oksigen melimpah

Menurut penelitian  lebih dari 70 persen dari total oksigen yang ada di bumi ini dihasilkan oleh  fitoplankton. Itu artinya ia merupakan penghasil oksigen paling besar di bumi mengalahkan pohon yang hanya menyuplai 20 persen oksigen

Kenapa bisa fitoplankton menghasilkan oksigen yang begitu melimpah. Hal itu karena adanya proses fotosintesis, yakni bagaimana proses tumbuhan mengubah sinar matahari menjadi makanan  atau energi bagi tumbuhan

Oksigen ini merupakan salah satu hasil olahan fotosintesis yang membuat kita bernapas setiap waktu dan menikmati hidup.

Seperti makhluk hidup lainnya, fitoplankton juga bisa mengalami pertumbuhan yang berubah. Hal itu dipengaruhi oleh nutrisi air, suhu, serta kondisi kesehatan lingkungan.

Nama fitoplankton diambil dari istilah Yunani, phyton atau tanaman dan  planktos, yang bisa diartikan sebagai pengembara atau penghanyut.

Ukuran tubuh fitoplankton sebagian besar terlalu kecil, sehingga ia sulit  dilihat dengan mata telanjang. Namun, jika berada dalam kelompok atau rombongan yang besar mereka terlihat menakjubkan.

Tubuh-tubuh kecil itu akan tampak sebagai warna hijau di air karena mereka mengandung klorofil dalam sel-selnya. Namun,   warna sebenarnya dapat bervariasi untuk setiap spesiesnya. Itu disebabkan  oleh  kandungan klorofil yang berbeda beda atau memiliki tambahan pigmen seperti phycobiliprotein.

Selain menghasilkan energi yang melimpah. Fitoplankton dijadikan sebagai indikator untuk mengukur kualitas perairan.  Hal itu bisa terjadi karena fitoplankton memiliki siklus hidup yang pendek, responsnya sangat cepat terhadap perubahan lingkungan (Nugroho, 2006).

 Cara agar fitoplankton tetap lestari

Cara agar makhluk kecil ini bisa bertahan di perairan, baik laut, danau atau di perairan lainnya adalah tidak mencemari “rumahnya” dengan sampah atau limbah. Berikut caranya menurut aku resmi instagram Kementerian Lingkungakn Hidup dan Kehutanan (KLHK):

  • Tidak membuang sampah di sembarang tempat

  • Tidak melakukan illegal fishing terutama dengan bahan kimia berbahaya

  • Mendaur ulang limbah industri pabrik sebelum membuangnya

  • Tidak mencemari laut atau danau

  • Menjaga kestabilan suhu guna mengurangi dampak perubahan iklim

  • Transplantasi terumbu karang


Semoga fitoplankton tetap lestari karena kita sangat membutuhkannya.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2