Menakar Seduhan Kopi untuk Ayah

Menakar Seduhan Kopi untuk Ayah   aku baru saja mengantar ibu ke kebun tempat segala mimpinya tumbuh bertumbuh pohon-pohon kopi tanpa buah menyambut lesu, ibu terdiam, ditatapinya pohon...

Menakar Seduhan Kopi untuk Ayah
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Januari 2023

Belajar Buang Sampah


 

ia menenteng nasi padang itu ke meja. duduk lalu melahapnya, tanpa cuci tangan.
tak ada kobokan di meja makan, hanya ada sendok dan garpu, juga sumpit.
tiada pula air dalam gelas, tiada asap rokok

ia melahap nasi padang itu, orang-orang datang dan pergi.
yang pergi membawa sampahnya sendiri
membuang pada tempat semestinya

buang sampah sendiri itu kesopanan
sopan itu tak merepotkan orang lain

seusai makan, ia meneguk air dari tumblernya
mencuci tangan sekadarnya
memunguti sampahnya, membawanya ke tempat sampah

ia tersenyum, singapura mengajarinya membuang sampah pada tempatnya.

Januari 2023

Hujan Resah Meresahkan


 

sepotong video pendek kau kirimkan
aku memutarnya, kupikir itu video menjemur pakaian atau video porang mulai hijau di kebunmu
porang yang kau bawa bibitnya dari kampungku di bulan juli.

setelah membujuk jaringan yang ditelan hujan berhari-hari, video itu terbuka
seorang ibu meraung, air coklat susu telah mengepungnya
menyapu segala yang dilaluinya

hujan telah tiba sejak seminggu lalu
air hujan puyeng mengalir ke mana
air itu mampir di rumah ibu itu
menari di halamannya hingga ke kamar tidur, juga dapur

anak si ibu dalam video itu menyemangati ibunya
"sabar ibu, kuat ibu"
anak itu terus merekam ibunya yang gigil dalam kepungan banjir. terus saja

hujan mulai tiada menentu tibanya
tiba dengan resah meresahkan

Januari 2023

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2