Krisis Air Semakin Serius, Ini yang Mesti Dilakukan

Klikhijau.com – Air menjadi kebutuhan maha penting bagi makhluk hidup. Ketiadaannya adalah petaka yang mengerikan, khususnya air bersih. Saking pentingnya, maka pada tanggal 22 Maret 1993 Majelis P...

Krisis Air Semakin Serius, Ini yang Mesti Dilakukan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Air menjadi kebutuhan maha penting bagi makhluk hidup. Ketiadaannya adalah petaka yang mengerikan, khususnya air bersih.

Saking pentingnya, maka pada tanggal 22 Maret 1993 Majelis Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB menetapkankannya sebagai Hari Air Sedunia. pada 22 Maret 1993.

Hari Air Sedunia atau World Water Day terbentuk melalui sidang umum PBB ke-47 di Rio de Janeiro, Brazil, pada tanggal 22 Desember 1992.

Salah satu syarat kehidupan ini berlanjut, adalah menjaga sumber air. Apalagi saat ini, ancaman kekeringan yang berdampak pada kekurangan air telah terjadi di banyak negara.

[irp]

Misalnya, sebuah laporan menerangkan karena kemarau, maka kanal Venesia mengering. Hal itu menyebabkan transportasi air di kanal tersebut berhenti total.

Banyak dugaan kenapa kanal di Venesia kering, berbagai faktor diduga sebagai penyebabnya, di antaranya curah hujan yang kurang, bulan purnama, sistem tekanan tinggi, dan arus laut.

Namun, di lansir dari CNN, kelompok lingkungan Legambiente mengatakan, penyebabnya adalah sungai-sungai dan danau-danau di Italia mengalami kekurangan air yang parah.

Tidak hanya itu, laporan lain menyebutkan jika sungai Yangtze dan danau air tawar terbesar di Cina juga mengalami kekeringan.

Ancaman kekeringan tersebut berarti ancaman kekurangan air juga mengintai. Dilansir dari Earth bahwa para ilmuwan memperkirakan bahwa populasi perkotaan global yang menghadapi kelangkaan air kemungkinan akan berlipat ganda dari 930 juta pada tahun 2016 menjadi antara 1,7 dan 2,4 miliar pada pertengahan abad ini.

[irp]

Selain itu, meningkatnya frekuensi kekeringan yang ekstrim dan berkepanjangan akan meningkatkan tekanan pada ekosistem di seluruh dunia, yang sangat membahayakan berbagai spesies tumbuhan dan hewan.
Saat ini, menurut para ahli, saat ini dua miliar orang atau sekitar 26 persen dari populasi global tidak memiliki air minum yang aman.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2