Klaster Filantropi Lingkungan Hidup dan Konservasi Tanam Pohon di 18 Provinsi di Indonesia

Klikhijau.com - Dalam tataran global, Perserikatan Bangsa-Bangsa mencanangkan UN Decade Ecosystem Restoration 2021-2030. UN Decade Ecosystem Restoration adalah seruan untuk perlindungan dan pelestaria...

Klaster Filantropi Lingkungan Hidup dan Konservasi Tanam Pohon di 18 Provinsi di Indonesia
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Dalam tataran global, Perserikatan Bangsa-Bangsa mencanangkan UN Decade Ecosystem Restoration 2021-2030. UN Decade Ecosystem Restoration adalah seruan untuk perlindungan dan pelestarian ekosistem di seluruh dunia untuk kepentingan manusia dan alam.

Hal ini bertujuan untuk menghentikan laju degradasi ekosistem dan memulihkannya untuk mencapai tujuan global. Dengan ekosistem yang sehat, dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, serta mengurangi laju kepunahan keanekaragaman hayati.

Menurut UN Decade Ecosystem Restoration 2021-2030, upaya restorasi seluas 350 juta hektar ekosistem darat dan perairan yang terdegradasi berpotensi dapat menghasilkan US$9 triliun dalam bentuk jasa ekosistem. Selain itu, restorasi ekosistem juga dapat menghilangkan 13 hingga 26 gigaton gas rumah kaca dari atmosfer.

Di Indonesia, restorasi ekosistem berpotensi untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 52,92 juta ton karbon ekuivalen, yang meliputi restorasi ekosistem lahan kering, gambut, dan mangrove (Griscom et al., 2020).

Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati pada 5 Juni setiap tahunnya. Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2024 yaitu “Our Land, Our Future, We Are #GenerationRestoration” artinya Tanah Kita, Masa Depan Kita, Kita Generasi Restorasi. Tema ini menekankan pada pentingnya memulihkan lahan, memerangi penggurunan dan meningkatkan ketahanan terhadap kekeringan.

Penanaman serentak

Salah satu aksi yang dapat dilakukan dalam upaya pemulihan lahan terdegradasi yaitu dengan menanam dan memelihara pohon. Dalam rangka menyemarakkan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024, Klaster Filantropi Lingkungan Hidup dan Konservasi (KFLHK) yang terdiri dari Perhimpunan Filantropi Indonesia, Dompet Dhuafa, Belantara Foundation, Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) dan Disaster Management Center Dompet Dhuafa berkolaborasi dengan komunitas Ciliwung Muara Bersama dan pemangku kepentingan lainnya menyelenggarakan penanaman pohon serentak di 18 provinsi di seluruh Indonesia.

18 Provinsi yang melakukan penanaman secara serentak yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Riau, Kalimantan Timur, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur dengan target sebanyak 3,000 bibit pohon. Jenis bibit yang ditanam antara lain mangrove, jambu, alpukat, durian, nangka dan Mangga.

Sementara itu, penanaman simbolis dilakukan dengan total 20 bibit loa (Ficus racemosa), jambu air (Syzigium aqueum), mangga (Mangifera indica) dan kopi (Coffea sp.) di Bantaran Sungai Ciliwung, Kelurahan Tanjung Barat, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Kamis, 13 Juni 2024. Penanaman simbolis ini dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta, organisasi filantropi, komunitas lingkungan muda dan masyarakat umum.

Pada waktu bersamaan, terdapat Talk Show dengan tema “Peran Generasi Muda dalam Pelestarian Alam” #Generation Restoration. Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 yang diselenggarakan oleh KFLHK.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2