Separuh Ekosistem Mangrove Dunia Berisiko Alami Keruntuhan?

Klikhijau.com - International Union for Conservation of Nature (IUCN) belum lama ini melaporkan, sekitar setengah dari seluruh ekosistem mangrove atau bakau di dunia berisiko mengalami keruntuhan....

Separuh Ekosistem Mangrove Dunia Berisiko Alami Keruntuhan?
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - International Union for Conservation of Nature (IUCN) belum lama ini melaporkan, sekitar setengah dari seluruh ekosistem mangrove atau bakau di dunia berisiko mengalami keruntuhan.

IUCN juga melaporkan bahwa ekosistem mangrove menghadapi semakin banyak ancaman, terutama akibat dampak perubahan iklim. Peristiwa cuaca buruk yang sering terjadi mengancam hutan mengrove, namun hutan mangrove sangat rentan terhadap kenaikan permukaan air laut.

Ekosistem mangrove memerlukan lingkungan tropis dan lembab, berkembang ke wilayah beriklim sedang karena perubahan iklim.

Berdasarkan Daftar Merah Ekosistem yang dikeluarkan IUCN sekitar 19,6% hutan mangrove, atau hampir satu dari lima, dianggap berada pada risiko keruntuhan yang parah.

Itu berarti hutan mangrove termasuk dalam kategori rentan, terancam punah atau sangat terancam punah. Laporan tersebut merupakan yang  pertama kalinya digunakan untuk menilai suatu ekosistem pada skala global.

Direktur IUCN, Grethel Aguilar mengatakan, penilaian global pertama terhadap ekosistem mangrove memberikan panduan utama yang menyoroti kebutuhan mendesak akan konservasi man yang terkoordinasi – habitat penting bagi jutaan komunitas rentan di seluruh dunia.

“Temuan penilaian ini akan membantu kita bekerja sama memulihkan hutan bakau yang telah hilang dan melindungi hutan bakau yang masih kita miliki,” katanya.

Penyebab keruntuhan

Banyak faktor yang menyebabkan ancaman kepunahan hutan mangrove. Namun, jika diurut, maka kenaikan permukaan laut masih menjadi ancaman terbesar bagi ekosistem mangrove.

Dalam skenario seperti biasa, sekitar 25% wilayah global yang ditutupi oleh hutan mangrove saat ini dapat terendam dalam 50 tahun ke depan, dan sekitar 33% ekosistem mangrove global akan terkena dampak yang parah.

Penyebab lainnya adalah penggunaan air tawar untuk pertanian. Hal tersebut  telah membatasi jumlah air tawar yang dapat mencapai wilayah pesisir di mana hutan mangrove biasanya tumbuh subur, sehingga membatasi kemampuannya untuk bertahan hidup di habitat aslinya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2