Jadi Masalah Serius, Indonesia Berkomitmen Hapus Merkuri

Klikhijau.com - Merkuri merupakan masalah serius, karenanya Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar, menegaskan komitmen Pemerintah Indonesia dalam pengaturan merkuri. Indon...

Jadi Masalah Serius, Indonesia Berkomitmen Hapus Merkuri
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Karenanya Indonesia telah menjadi referensi bagi negara-negara berkembang lainnya. Khususnya yang mengalami kesulitan dalam membangun kerangka legislasi, institusi, dan kapasitas dalam pengurangan merkuri.

"Pemerintah Indonesia sangat mementingkan masalah merkuri. Melalui Peraturan Presiden nomor 21 tahun 2019, Indonesia menjadi salah satu negara pertama yang mengumumkan rencana nasional untuk menghapus merkuri," ungkap Siti Nurbaya.

Masalah merkuri merupakan masalah yang sangat serius di Indonesia. Sejumlah daerah menghadapi pertambangan emas skala kecil dengan merkuri yang perlu diselesaikan dengan baik.

Indonesia siap jadi tuan rumah

Rapat-rapat kabinet telah dilakukan untuk menyeselesaikan masalah tersebut. Hal itu menunjukkan keseriusan pemerintah mengatasi bahaya merkuri yang meracuni manusia dan dapat menganggu kelangsungan generasi bangsa.

Peraturan Presiden menetapkan target pengurangan penggunaan merkuri di sektor manufaktur sebesar 50% dari level saat ini. Pada tahun 2030 dan di sektor energi sebesar 33,2% dari level saat ini pada tahun 2030.

Pada kesempatan ini Menteri Siti Nurbaya juga menyatakan kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah COP-4 pada tahun 2021 sebagaimana hasil konsultasi dan laporannya serta telah mendapatkan persetujuan presiden, juga dukungan Menko Maritim dan Investasi serta Menteri Luar Negeri.

[irp]

"Ini juga menjadi cerminan dari komitmen serius Indonesia untuk menghilangkan merkuri. Dengan menjadi tuan rumah COP 4 di Bali. Diharapkan, masyarakat sipil, industri, komunitas akademik, dan pemangku kepentingan lainnya termasuk media dapat berbagi pengalaman, bertukar pandangan, dan mengumpulkan dukungan global sebanyak mungkin untuk mengatasi merkuri,'' jelas Menteri Siti.

Menteri Siti kemudian memaparkan berbagai langkah aktif Indonesia dalam mengatasi masalah merkuri. Diantaranya dengan menjadi anggota ahli teknis tentang panduan sehubungan dengan pelepasan merkuri.

Indonesia juga memiliki Pusat Regional Konvensi Basel untuk Asia Tenggara (BCRC-SEA) yang diselenggarakan KLHK. Dan telah mengadakan beberapa lokakarya dan pelatihan tentang merkuri bagi peserta dari negara-negara Asia Tenggara.

Indonesia juga telah mempromosikan strategi transformasi sosial dan ekonomi untuk orang-orang yang tinggal di daerah Tambang Emas Skala Kecil (ASGM) pada COP-2 lalu.

Executive Director of UN Environment, Inger Andersen memberikan apresiasi tinggi atas berbagai upaya yang telah dilakukan Indonesia dalam menangani merkuri.

"Kami sangat berterimakasih atas berbagai upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam upaya pengurangan merkuri," ungkap Inger Andersen.(*)

[irp]

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2