Ketika Ampas Kopi Menumbuhkan Bunga Marigold dengan Tidak wajar

Klikhijau.com - Delapan belas batang bunga marigold (Tagetes)  itu tumbuh tidak wajar di halaman rumah. Jika selama ini bunga yang juga dikenal dengan nama bunga tahi ayam tumbuh hanya dengan tinggi k...

Ketika Ampas Kopi Menumbuhkan Bunga Marigold dengan Tidak wajar
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Ampas kopi mengandung nitrogen, fosfor, dan kalium. pH asam ampas kopi sedikit asam. Selain itu, ampas kopi mengandung magnesium, sulfur, dan kalsium yang berguna bagi pertumbuhan tanaman.

Adikasari (2012) mengatakan, ampas kopi mempunyai banyak manfaat, terutama bagi tumbuhan yaitu dapat menambah asupan Nitrogen, Fosfor, dan Kalium (NPK) yang dibutuhkan oleh tanaman sehingga dapat menyuburkan tanah. Ampas kopi dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik karena mengandung mineral, karbohidrat, membantu terlepasnya nitrogen sebagai nutrisi tanaman, dan ampas kopi bersifat asam sehingga menurunkan pH tanah.

Sementara Madani, (2018) mengungkapkan, ampas kopi berfungsi sebagai pupuk umum, menambah unsur organik,meningkatkan drainase, menyimpan air, dan meningkatkan ventilasi udara bagi tanah. Seiring dengan proses pembusukan, ampas kopi juga menambahkan kandungan  nitrogen dalam tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman. Cacing sangat menyukai ampas kopi. Keberadaan ampas kopi kerap mengandung cacing untuk datang dan membuat lubang-lubang di tanah.

[caption id="attachment_31724" align="aligncenter" width="1000"] Bunga marigold yang tumbuh subur karena ampas kopi-foto/Klikhijau[/caption]

Sudah ditebang

Bunga marigold memiliki usia yang relatif pendek. Hanya berusia kurang lebih satu tahun. Setelah bunganya layu, daun dan batangnya juga perlahan akan akan ikut layu

Ketika bunganya yang berwarna kuning ada pula yang orange telah menjelma "buah" yang ukurannya kecil dan memanjang, daya tariknya akan berkurang.

Daunnya yang awalnya hijau akan berubah kekuningan lalu mati dengan cara mengering. Buah yang berguguran dari tangkainya kemudian akan bertumbuh menjadi bibit, tumbuh dan kembali berbunga.

Siklus hidup bunga ini seperti itu. Dalam satu batang atau pohon, bisa menghasilkan bibit yang banyak, tumbuh liar dan tersebar di sekitaran induknya.

Sebaran itu, jika tidak dikendalikan akan menjelma gulma. Pertumbuhannya sangat cepat.

Karena bunga yang ditanam Ibu di  halaman depan rumah sudah memasuki masa "pensiun", maka Ibu memutuskan menebangnya.

Bukan hanya karena memasuki masa pensiun, tetapi juga karena telah memasuki musim jemur kopi dan cengkeh. Kesuburan bunga marigold itu, telah menghalangi sinar matahari menerpa jemuran kopi dan cengkeh.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2