Keladi Tikus, Khasiatnya Bisa Bikin Keok Penyakit Kanker

Klikhijau.com – Ketika pertama  mendengar namanya, keladi tikus. Saya pikir itu adalah makanan tikus. Tapi rupanya saya keliru—sangat keliru. Keladi tikus  bukanlah makanan atau pakan tikus, bukan....

Keladi Tikus, Khasiatnya Bisa Bikin Keok Penyakit Kanker
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Itu artinya, tanaman ini bukanlah tanaman endemik negara +62 ini. Namun, intinya bukan apakah ia endemik atau tidak. Sebab yang dibutuhkan adalah manfaatnya.

Manfaat keladi tikus

Nah, menurut  Ketut Agus Adrianta, dkk (2017), keladi tikus  berkhasiat membunuh atau menghambat pertumbuhan sel kanker. Dapat menekan efek negatif dari proses pengobatan modern (khemoterapi) seperti rambut rontok, nafsu makan hilang, rasa nyeri di tubuh, bersifat antivirus dan anti bakteri serta bisa mengatasi rasa mual.

Khusus kanker, penyakit ini merupakan pembunuh yang mengerikan. Kemenkes RI, (2015) merilis jika penyakit kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Setidaknya ada sekitar 8,2 juta kematian disebabkan oleh kanker pada tahun 2012.

Jenis penyakit kanker tidak hanya satu, tapi banyak di antaranya  kanker paru, hati, usus, kolorektal dan kanker payudara merupakan penyebab terbesar terjadinya kematian.

Keampuhan keladi tikus mengatasi penyakit seperti yang disebutkan di atas dikarenakan ekstrak etanol daun tanaman ini  memiliki nilai IC50 sebesar 76.10 ppm dan memiliki aktivitas antioksidan kuat.

Sayangnya, meski tanaman ini memiliki banyak khasiat, tapi   belum banyak dikenal oleh masyarakat. Namun, ada pula masyarakat Indonesia menggunakan tanaman tersebut untuk mengobati penyakit kanker atau tumor  (Syafruddin  ddk dalam Farida Y, 2018).

Meski namanya keladi, tapi keladi tikus berbeda dengan keladi sebagai umbi   yang biasa menjadi salah satu bahan untuk makanan.  Keladi tikus lebih banyak dijadikan bahan untuk obat tradisional. Bagian yang digunakan adalah seluruh “tubuhnya”, baik daun maupun umbinya.

Selain bisa mengatasi kanker, rupanya tanaman ini  bisa dimanfaatkan  pertolongan pertama untuk gigitan lipan atau ular, radang kulit (pyoderma), bisul (furunculus), tumor yang berasal dari pembuluh darah (hemangioma), luka, borok, koreng dan patek (frambusia) (Maysaroh H, 2013).

Apa dan bagaimana bisa demikian, itu karena keladi tikus mengandung triterpenoid, alkaloid, polifenol, Ribosome Inactivating protein (RIP), dan fitol. Kandungan itu memiliki efek antikanker

Diproduksi dalam bentuk teh bubuk

Typhonium flagelliforme tidak hanya dikonsumsi apa adanya, tapi telah dibuat dalam bentuk lebih modern. Semisal di Malaysia ekstrak keladi tikus ini telah diproduksi dalam bentuk pil dan teh bubuk.

Tanaman ini juga disebut tanaman ajaib karena memilki  banyak manfaatnya dan telah dikomersialkan sebagai bahan baku pangan dan bahan baku obat tradisional.

Saat ini penggunaan obat yang berasal dari tanaman ini telah diterima secara luas, mengingat penggunaan obat sintetik selain mahal juga memiliki efek samping yang merugikan dalam penggunaan jangka panjang.

Itu karena penggunaan bahan aktif kimia dapat menimbulkan efek samping yang cukup berat karena bahan aktif tersebut selain membunuh sel kanker juga dapat merusak jaringan tubuh yang sehat.

Oleh karena itu, pencarian sumber obat alami tradisional dapat merupakan alternatif yang cukup menjanjikan demi mengurangi efek samping dari bahan aktif kimia. (Harmastini Sukiman dan Nuriyanah, 2016)

Salah satu tanaman obat alternatif adalah keladi tikus. Hanya saja Nesti Fronika Sianipar,  dkk (2016) mengungkapkan ada permasalahan yang dihadapi Indonesia dalam pengembangan keladi tikus untuk bahan baku obat antikanker, yakni rendahnya keragaman genetik keladi tikus asal Indonesia karena perbanyakan klonal vegetatif secara konvensional.

Hal itu menyebabkan  rendahnya diversitas kandungan senyawa bioaktif keladi tikus. Padahal hal tersebut dibutuhkan sebagai bahan baku obat.

Namun demikian, tetap ada solusi untuk meningkatkan  diversitas kandungan senyawa bioaktif tanaman ini yaitu melalui melalui kultur in vitro dengan cara induksi mutasi pada populasi sel somatik atau tunas pucuk.

Induksi mutasi ini dapat dilakukan antara lain melalui mutasi secara fisik dengan menggunakan iradiasi sinar gamma.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2