Kecanduan Energi Fosil Semakin Nyata, Ancam Kesehatan Masyarakat Global

Klikhijau.com - Kecanduan pada energi fosil secara global akan menambah dampak kesehatan dari berbagai krisis yang sudah terjadi. Menurut Laporan Tahun 2022 dari The Lancet Countdown on Health and Cli...

Kecanduan Energi Fosil Semakin Nyata, Ancam Kesehatan Masyarakat Global
Bacakan Artikel

Anak-anak yang berusia di bawah satu tahun diperkirakan akan merasakan gelombang panas yang lebih banyak yaitu 600 juta hari (4,4 hari lebih banyak per anak), dan orang dewasa di atas 65 tahun akan merasakan 3,1 miliar hari lebih banyak (3,2 hari lebih banyak per orang), pada 2012–2021, dibandingkan dengan 1986–2005.

Kematian terkait panas meningkat sebesar 68% antara 2017-2021, dibandingkan dengan 2000-2004; sementara kerentanan manusia pada kebakaran di level  tinggi atau sangat tinggi (ekstrem) akan meningkat di 61% di beberapa negara dari tahun 2001–2004 hingga 2018–2021.

Paparan panas menyebabkan 470 miliar jam kerja produktif hilang secara global pada tahun 2021 dengan kehilangan pendapatan yang setara dengan proporsi substansial dari PDB negara, secara tidak langsung akan mempengaruhi negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah (5,6% di negara berpenghasilan rendah hingga menengah) dan memperburuk dampak dari krisis biaya hidup.

Produksi dan konsumsi pada energi fosil terus di dorong banyak pemerintah, sebanyak 69 dari 86 negara yang di analisis masih memberikan subsidi energi fosil, tercatat total bersih $400 miliar di tahun 2019.

Di lain sisi banyak pemerintah yang sampai saat ini masih gagal untuk memberikan bantuan pendanaan yang terhitung kecil sebesar $100 miliar per tahun untuk membantu mendukung aksi iklim di negara-negara berpenghasilan rendah. Semua rencana ini sangat membahayakan transisi yang adil. menuju masa depan yang sehat.

Terlepas dari klaim dan komitmen iklim mereka, strategi saat ini dari 15 perusahaan minyak dan gas terbesar di dunia akan memproduksi emisi gas rumah kaca 37% lebih tinggi pada tahun 2030 yang tidak selaras pada kenaikan 1,5°C dan kenaikan 103% pada tahun 2040.

Semua rencana ini akan mendorong dunia keluar jalur komitmen yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris.

Sementara itu, rencana Biomassa (seperti kayu atau kotoran hewan) berkontribusi sebanyak 31% dari energi yang dikonsumsi di sektor domestik secara global pada tahun 2020, meningkat menjadi 96% di negara-negara berpenghasilan rendah hingga menengah.

Konsentrasi polusi udara partikel berbahaya (PM2.5) melebihi rekomendasi WHO sebesar 30 kali lipat pada tahun 2020 di 62 negara yang dinilai, membuat banyak keluarga terpapar pada tingkat polusi udara yang berbahaya.

Sektor kesehatan bertanggung jawab atas 5,2% dari emisi global, telah menunjukkan kepemimpinan aksi iklim yang mengesankan, dan 60 negara telah berkomitmen untuk net zero melakukan transisi ke sistem kesehatan sebagai bagian dari COP26 Program Kesehatan.

Pada 2021 liputan media tentang kesehatan dan perubahan iklim meningkat sebesar 27% dari tahun 2020, Untuk regional asia timur mengalami peningkatan sebesar 35%.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2