Harusnya Para Caleg Tahu, Ini Dampak Buruk Memaku Pohon

Klikhijau.com – Hemm, ke mana pun kamu menyeret langkah, ada hal paling mungkin kamu temui. Ancamannya tidak terlihat, tapi sanggup mengobrak-abrik hati dan perasaan jika tak tertunaikan. Sejak ger...

Harusnya Para Caleg Tahu, Ini Dampak Buruk Memaku Pohon
Bacakan Artikel

Padahal kulit pohon adalah tameng terluar dari batang pohon. Sedangkan batang adalah tempat yang sentral dan pertumbuhan pohon.

Maka sangatlah mungkin, pepohonan yang banyak ditancap paku dan dijerat benda lain sangat mudah rusak. Dalam jangka panjang sangat mungkin pepohonan akan melemah sehingga mudah tumbang dan cepat mengalami kematian.

Para Caleg, calon DPD dan calon presiden serta wakilinya, sepertinya tidak membaca jika pohon adalah salah satu tempat yang dilarang dipasangi APK, tapi larangan itu angin sepoi yang melenakan, yang membuat mata ngantuk lalu terpulas kemudian mengabaikannya.
Ini dampak buruk memaku pohon:

Kambium dalam pohon rusak

Memaku pohon membuat kambium di dalamnya rusak sehingga akan rentan kena penyakit lalu mati. Jika pohon mati sudah pasti tak bisa lagi menghasilkan oksigen yang kita butuhkan.

Padahal pohon dewasa menyerap karbon dioksida 48 pon /tahun dan melepaskan oksigen dan itu bsa mendukung dua manusia bernapas. Bahkan pohon rindang bisa hasilkan oksigen untuk 10 orang menarik napas selama enam bulan.

Berlubang dan keropos

Memaku pohon akan menyebabkan berlubang sehingga mudah keropos yang bisa menjadi sarang semut yang akan menganggu pertumbuhan pohon itu sendiri.

Melanggar Undang-Undang

Memaku benda di pohon dinyatakan melanggar UU RI no 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan juga diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum KPU No 15 tahun 2013.

Jadi Caleg/DPD dan calon presiden yang memaku pohon tidak ramah lingkungn dan melanggar aturan .

Merusak keindahan

Selain melanggar aturan, pemakuan pohon oleh para Caleg juga menjadi sampah visual. Menganggu keindahan jalan dan bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

***

Proses kampanye akan berakhir setelah pemilu, tapi janji yang ditancapkan di hati masyarakat tak akan pernah berakhir.

APK yang ditancapkan di pohon dengan paku tak akan bisa hilang, akan terus membekas dan melukai pohon, apalagi jika paku itu tak dicabut.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2