Edamame dan Ingatan akan Masakan Ibu

Klikhijau.com – Begitu Ina melihat foto edamame di layar handphone. Ingatannya akan masakan  ibunya tetiba saja menyeruak. Kita sepertinya harus sepakat, jika koki terbaik adalah ibu. Aroma masakan...

Edamame dan Ingatan akan Masakan Ibu
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Tanaman ini memiliki kekayaan protein yang lengkap. Kualitasnya setara dengan kandungan protein pada susu, daging maupun telur.

Iya, tanaman ini kaya protein, serat makanan, dan mikronutrien, terutama manga, folat, fosfor, dan vitamin K.

Petaka edamame bagi Penne'

Kenangan dan keinginan Penne' bernostalgia dengan masakan ibunya berbeda dengan Ina.  Ketika lelaki satu anak itu merantau ke Malaysia sekian tahun lalu. Ia menemukan edamame (kaheu).

Karena ingin merasakan sensasi sayur yang biasa dimasak ibunya ketika di kampung. Ia pun memetiknya, memperlakukan tumbuhan yang mengandung zat anti kolesterol itu seperti yang dilakukan ibunya—memasaknya setengah matang terlebih dahulu—lalu merendamnya.

Setelah itu ia mencucinya, kemudian memasaknya untuk disantap.

Sayang nasib naas menimpanya bersama beberapa kawannya, setelah memakannya mereka mengalami keracunan oleh edamame itu.

“Mungkin bukan kaheu (edamame),” tanya Tamrin, suami Ina.

“Tidak mungkin saya salah, ibu saya sering memasaknya dulu. Cara masaknya sungguh enak,”

“Berarti cara memasakmu yang salah,"

“Saya melakukan apa sering dilakukan ibu ketika memasaknya,” katanya bersikeras.

Setelah ia mengalami keracunan itu, Penne tak berniat lagi mengonsumsi edamame.

Tanaman ini merupakan jenis kacang-kacangan. Ia dipanen dan dikonsumsi saat masih belum matang sepenuhnya (Coolong, 2009).

Edamame memiliki peluang ekspor yang besar. Diah Sudiarti dari Universitas Islam Jember, (2017) mengungkapkan permintaan eksport dari negara Amerika sebesar 7.000 ton per tahun sedangkan dari Jepang sebesar 100.000 ton.

Tanaman ini memiliki produktivitas yang tinggi. Ia juga memiliki umur yang relatif lebih pendek. Sementara ukuran polongnya lebih besar. Ia memiliki rasa yang lebih manis, (Rukmana, 1996).

Kandungan edamame

Menurut Rahman, dkk (2019) tumbuhan yang biasa ditemukan  masakan-masakan Asia Timur ini mengandung antioksidan dan isoflavon.

Cara memasak edamame adalah dengan direbus atau dikukus kemudian disajikan dengan garam. Mengonsumsi makana ini  berarti kamu akan mendapat antioksidan yang bisa menguatkan sistem imun tubuh dan juga dapat mengurangi risiko kanker.

Kandungan isoflavon merupakan kandungan yang terbukti ampuh mengurangi risiko kanker prostat dan kanker payudara, menurunkan tekanan darah, mencegah penyakit jantung, dan mengurangi gangguan saat menopause.

Dalam setengah cangkir edamame atau sekitar 75 g hanya terkandung 100 kalori. Hal ini  baik untuk diet sehari-hari (Abbas dan Akmadi, 2010).

Kacang kedelai ini mengandung nilai gizi  cukup tinggi. Karena setiap 100 gram biji mengandung 582 kkal, lemak 6,6 g, karbohidrat 7,4 g, protein 11,4 g,  vitamin A atau karotin 100 mg, B2 0,14 mg, B1 0,27 mg, B3 1 mg, dan vitamin C 27. Selain ini juga mengandung mineral-mineral seperti fosfor 140 mg, besi 1,7 mg, kalsium 70 mg, , dan kalium 140 mg (Johnson, 1999).

Dan untuk info lainnya mengenai tanaman ini, kamu bisa membacanya di SINI

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2