Edamame dan Ingatan akan Masakan Ibu

Klikhijau.com – Begitu Ina melihat foto edamame di layar handphone. Ingatannya akan masakan  ibunya tetiba saja menyeruak. Kita sepertinya harus sepakat, jika koki terbaik adalah ibu. Aroma masakan...

Edamame dan Ingatan akan Masakan Ibu
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Begitu Ina melihat foto edamame di layar handphone. Ingatannya akan masakan  ibunya tetiba saja menyeruak.

Kita sepertinya harus sepakat, jika koki terbaik adalah ibu. Aroma masakan ibu selalu mengental kuat dalam ingatan. Membuat kita selalu merindu dapur dan juga sosoknya.

Dan ingatan memang bisa muncul kapan saja. Kemunculannya bisa dipicu oleh hal sederhana yang tak terduga. Seperti yang dialami oleh Ina.

“Ini kaheu’,” ujarnya ketika saya memperlihatkan foto edamame beberapa waktu lalu. Kaheu’ adalah nama lokal edamame di kampung saya, Kindang, Bulukumba.

Mendengar pengakuan perempuan 45 tahun tersebut, menjadi petunjuk tersendiri jika tanaman dari ini telah lama berkembang di Bulukumba.

“Dulu ibu saya sangat suka memasaknya, rasanya enak,” lanjutnya.

Ia berkisah panjang lebar perihal kaheu’ atau edamame yang sering di masak oleh ibunya itu. Di tangan ibunya, edamame akan berubah jadi sayur yang buatnya lupa berhenti makan.

Ina akui jika selalu merindukan masakan ibunya, khususnya makanan yang diolah dari edamame itu.  Namun, saat ini diakuinya pula tak pernah lagi melihat tanaman yang kaya protein itu.

“Jika ada bibitnya, saya akan menanamnya lagi,” harapnya. Baginya edamame tak sekadar tanaman yang bisa dimakan, tapi juga merupakan tanaman yang akan mengingat pada ibunya dengan sepenuh-penuhnya.

Edamame termasuk tanaman kedelai, Mieke Rochimi Setiawati, dkk, 2017 mengatakan jika tanaman kedelai telah menjadi  salah satu komoditas tanaman pangan penting di Indonesia. Termasuk edamame.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2