Di Tangan Sugiyono, Buras Bisa Tahan Hingga 5 Tahun

Klikhijau.com – Cerita mengenai buras buatan Prof Dr Ir Sugiyono ini telah lama. Ia adalah peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) dan  Guru Besar Tetap Fakultas Teknologi Pertanian (Fapeta) IPB. Ia b...

Di Tangan Sugiyono, Buras Bisa Tahan Hingga 5 Tahun
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Namun, dalam kondisi korban mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih, bahan bakar dan peralatan masak, maka bantuan pangan dalam bentuk beras atau mie instan seringkali tidak dapat mengatasi kekurangan pangan secara cepat.

“Keadaan inilah yang mengakibatkan pemberian bantuan pangan berupa beras dan atau mi instan bagi korban bencana kurang efektif dan cenderung tidak dapat memenuhi kebutuhan pangan mereka,” ungkapnya

Ia menjelaskan, salah satu cara mengatasi masalah bahaya kelaparan pasca bencana yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian pangan darurat siap santap (ready to eat) bagi korban bencana.

Produk pangan darurat siap santap yang sudah banyak dikembangkan biasanya berupa biskuit padat kalori. Tetapi bagi masyarakat Indonesia, biskuit tidak dapat menggantikan nasi sebagai pangan utama.

“Oleh karena itu, pangan darurat untuk Indonesia sebaiknya dibuat dari bahan dasar beras dengan tambahan sayur dan lauk-pauk.  Kami telah melakukan penelitian membuat produk pangan darurat berupa buras steril yang tahan lama. Produk ini dikemas dalam aluminium foil sehingga mudah didistribusikan,” tambahnya.

Proses pembuatan buras steril

Hasil penelitian Prof Sugiyono menunjukkan bahwa produk buras steril dapat dibuat dan memiliki daya terima yang baik. Produk buras steril merupakan makanan basah, dengan rasa yang dapat dibuat bervariasi.

Produk buras steril lebih mirip dengan makanan sehari-hari yang mengandung nasi, sayur dan lauk pauk.

Proses pembuatan buras steril sebagai produk pangan darurat pada prinsipnya terdiri dari tiga tahap yaitu pembuatan buras setengah matang, pengemasan vakum, dan  pemanasan bertekanan (sterilisasi).

Penutupan kemasan dilakukan dalam keadaan vakum (vacuum sealing). Kondisi vakum dimaksudkan untuk mencegah produk mengembung pada saat dipanaskan.

Pemanasan bertekanan merupakan tahapan yang paling penting karena menentukan tingkat sterilitas dari produk. Proses pemanasan bertekanan dilakukan untuk membunuh semua mikroba pada produk dan menjadikan produk tersebut steril.

Proses ini dilakukan dengan menggunakan autoclav pada suhu 121 derajat celsius.  Produk buras steril dapat disimpan pada suhu ruang dan memiliki masa kadaluarsa lebih dari satu tahun bahkan hingga lima tahun.

“Buras steril ini dapat dibuat seberat 100 gram per buah dan dikemas dalam aluminium foil sebanyak dua buah per kemasan (200 gram). Setiap orang dewasa memerlukan konsumsi produk sebanyak dua kemasan aluminium foil (400 gram) per sajian,” jelasnya.

Dengan demikian, kata Prof. Sugiyono, untuk sekali konsumsi buras ini diperoleh asupan energi sebesar 714,92 kilo kalori. Konsumsi tiga kali sehari menghasilkan asupan kalori sebesar 2144,76 kilo kalori”, tandasnya.

Begitulah ceritanya#

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2