Di Malaysia dan Thailand, Mereka Membakar The King of Fruit Demi Sensasi Baru

Klikhijau.com - Meski rasanya manis, tapi tak semua orang menyukainya. Bahkan banyak yang tak sukai baunya yang menyengat. Saat ini, khususnya di Makassar dan Gowa, di pinggir jalan sedang ramai diper...

Di Malaysia dan Thailand, Mereka Membakar The King of Fruit Demi Sensasi Baru
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Buah durian yang masih utuh terbalut kulit dibakar di perapian terbuka dengan api kecil selama 45 menit.

Setelah warna kulit berubah menjadi hitam, buah durian diangkat dan siap disajikan.

Seperti yang disajikan Kompas.com pada tanggal 11 Januari 2019. Cara penyajian durian ini beragam, bisa dengan cara membelah kulitnya, bisa juga dengan mengiris buah durian yang masih berkulit dengan pisau.

Tak dibutuhkan bumbu apa pun saat membakar durian ini. Durian yang sudah dibakar kulitnya menjadi tak keras dan mudah untuk diiris.

Menurut mereka yang sudah mencobanya, durian bakar ini memiliki rasa yang lebih manis dan tekstur daging yang lebih creamy.

Tren durian bakar ini diduga berawal dari Malaysia. Namun, karena kecepatan internet, tren ini berkembang hingga Thailand sejak 2016.

Bahkan, di Thailand terdapat vendor makanan yang mempopulerkan durian bakar ini. Di beberapa wilayah, misalnya Provinsi Phitsanulok menu ini banyak digemari masyarakat hingga menimbulkan antrian panjang di gerai penjualannya.

Untuk masalah harga, durian bakar dijual dengan harga lebih mahal daripada durian segar biasa.

Di Thailan harga buah durian biasa dijual dengan harga 120 baht per kilogram atau sekitar Rp 52.000. Sementara, durian bakar dijual lebih tinggi, 250 baht atau sekitar Rp 110.000 per kilogram.

Di Indonesia  si raja buah ini memeliki beberapa nama,  di Jawa dikenal sebagai duren (bahasa Jawa, bahasa Betawi) dan kadu (bahasa Sunda).

Di Sumatera dikenal sebagai durian dan duren (bahasa Gayo). Di Sulawesi, orang Manado menyebutnya duriang, sementara orang Toraja duliang.

Di Kota Ambon dan kepulauan Lease biasa disebut sebagai Doriang. Di Pulau Seram bagian timur disebut rulen.

Setiap buah durian memiliki lima ruang  (awam menyebutnya "kamar"), yang menunjukkan banyaknya daun buah yang dimiliki.

Masing-masing ruangan terisi oleh beberapa biji, biasanya tiga butir atau lebih, lonjong hingga 4 cm panjangnya, dan berwarna merah muda kecoklatan mengkilap.

Biji terbungkus oleh arilus (salut biji, yang biasa disebut sebagai "daging buah" durian) berwarna putih hingga kuning terang.

Di kampung kamu, apa nama dan bagaimana penyajian durian?

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2