Dari Banjarmasin, Mapala Satukan Tekad Selamatkan Lingkungan

Klikhijau.com - Sungguh keliru jika ada yang menganggap mahasiswa pencinta alam (mapala) kerjanya hanya mendaki. Peran Mapala lebih dari sekadar mendaki. Mapala memiliki peran sangat penting dalam...

Dari Banjarmasin, Mapala  Satukan Tekad Selamatkan Lingkungan
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com - Sungguh keliru jika ada yang menganggap mahasiswa pencinta alam (mapala) kerjanya hanya mendaki. Peran Mapala lebih dari sekadar mendaki.

Mapala memiliki peran sangat penting dalam mendukung pelestarian lingkungan. Hal itu diakui Sekretaris Badan Pengembangan SDM, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Sudayatna.

“Pemerintah terbuka dengan kritik dalam bidang lingkungan, termasuk dari mapala, sebagai koreksi untuk perbaikan kebijakan,” ujarnya.

Maka, untuk menunjukkan kepedulian pada lingkungan, Mapala ­se-Indonesia mulai menyatukan tangan dan tekad untuk melakukan penyelamatan lingkungan.

Belum lama ini, mereka mendeklarasikan penyelamatan kawasan pegunungan Meratus di Kalimantan Selatan bebas dari eksploitasi sumber daya alam tambang.

Deklarasi yang digelorakan dengan tagar #SaveMeratus itu dicanangkan pada kegiatan Temu Wicara Kenal Medan (TWKM) Ke-31 yang berlangsung di Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, kemarin.

Alam tak perlu diekploitasi

Pertemuan tersebut yang diikuti 130 organisasi mapala itu berlangsung pada 21-27 Oktober. Mereka juga akan bertemu dengan Gubernur Sahbirin Noor, melihat wisata alam Kiram Park, panjat tebing di Gua Batu Laki, susur Gua Ali, dan ke Pulau Curiak.

"Lewat kegiatan tersebut, kami mengajak semua mapala di Indonesia melihat secara langsung keindahan alam dan keanekaragaman hayati yang ada di Kalsel, khususnya pegunungan Meratus," ujar ketua Panitia TWKM XXXI, Muhammad Arifin.

Ia juga menambahkan, bahwa Mapala yakin kekayaan alam tersebut dapat dikembangkan sebagai objek wisata dan mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat sehingga tidak perlu ada eksploitasi tambang atau kegiatan lain yang dapat mengancam kelestarian lingkungan.”

Cara tersebut didukung pula oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Selain dukungan dari KLHK, aksi mapala tersebut dapat pula dukungan dari Rektor UIN Antasari Banjarmasin, Mujiburahman.

“Kami juga bersyukur kegiatan ini didukung Kementerian LHK,” ungkapnya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2