Berdaulat Pangan Melalui Keragaman Pangan Lokal

Klikhijau.com – “Leave No One Behind”, tema Hari Pangan Sedunia 2022 ini mengindikasikan bahwa masih terjadinya kerawanan pangan yang melanda masyarakat di dunia. Kerawanan ini berangkat dari perso...

Berdaulat Pangan Melalui Keragaman Pangan Lokal
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – “Leave No One Behind”, tema Hari Pangan Sedunia 2022 ini mengindikasikan bahwa masih terjadinya kerawanan pangan yang melanda masyarakat di dunia.

Kerawanan ini berangkat dari persoalan seperti pandemi covid-19, perubahan iklim, ketegangan internasional, dan kenaikan harga.

Pemerintah Indonesia melalui Kemenko Bidang Perekonomian mengatakan bahwa untuk menciptakan ketahanan pangan di tengah dinamika permasalahan global, salah satu strateginya yaitu dengan melakukan diversifikasi pangan lokal.

“Keberagaman merupakan jawaban sumber kebutuhan pangan lokal ke depan. Upaya untuk kembali ke sumber pangan lokal harus ditingkatkan. Keragaman sumber pangan nusantara merupakan jawaban terhadap permasalahan kelaparan, gizi buruk, termasuk perubahan iklim,“ jelas Manajer Program Ekosistem Pertanian Yayasan KEHATI, Renata Puji Sumedi Hanggarawati.

Indonesia memiliki tingkat keragaman yang sangat tinggi. Terkait keanekaragaman hayati, data dari Badan Pangan Nasional 2022 menunjukan bahwa Indonesia berada di peringkat ketiga, dengan kekayaan  77 jenis tanaman pangan sumber karbohidrat, 75 jenis sumber protein, 26 jenis kacang-kacangan, 389 jenis buah-buahan, 228 jenis sayuran, serta 110 jenis rempah dan bumbu, serta 40 jenis bahan minuman. Keragaman sumber pangan ini merupakan yang tertinggi di dunia setelah Brazil.

Namun, fakta tersebut tak lantas membuat Indonesia memiliki ketahanan pangan yang mumpuni.

Majalah The Economist merilis Global Food Security Index atau Indeks Ketahanan Global 2022 yang menempatkan Indonesia pada peringkat ke-63 dari 113 negara di dunia,  jauh di belakang Singapura dan negara-negara regional Asia Tenggara lain, yang diukur berdasarkan empat indikator yakni keterjangkauan, ketersediaan,  kualitas dan keamanan makanan, serta keberlanjutan dan adaptasi

Secara umum, keterjangkauan harga pangan Indonesia dinilai cukup baik dengan skor 81,5 poin. Namun, beberapa indikator lain masih lemah. Secara rinci, indikator ketersediaan pasokan Indonesia memiliki skor sebesar 50,9 poin.

Skor indikator kualitas dan keamanan pangan Indonesia sebesar 56,2 poin. Lalu, indikator keberlanjutan dan adaptasi pangan sebesar 46,3 poin.

Di Indonesia, beras menjadi sumber pangan dengan rata-rata konsumsi rumah tangga sebesar 94,9 kg/kapita/tahun pada tahun 2019. Diperlukan sekitar 2,5 juta ton beras per bulan untuk memenuhi kebutuhan jumlah penduduk Indonesia yang hampir 270 juta jiwa (Badan Ketahanan Pangan, 2020).

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2