Araceae, Tumbuhan Potensial yang Terancam Degradasi Hutan

Klikhijau.com -  Araceae bukanlah tumbuhan yang asing di Indonesia. Masyarakat sudah membudidayakan serta memanfaatkannya sejak lama. Tumbuhan ini mempunyai nilai guna tinggi, baik dari segi ekonom...

Araceae, Tumbuhan Potensial yang Terancam Degradasi Hutan
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Kurangnya informasi mengenai manfaat  tumbuhan ini menyebabkan masyarakat tidak minat dan tidak melakukan budidaya araceae. Padahal tumbuhan ini memliki potensi pengambangan di bidang pangan sebagai diversifikasi pangan lokal dalam memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap kurangnya pasokan beras.

[irp]

Apalagi di masa pandemi, di mana pemerintah mulai mengimbau gerakan ketahanan pangan bagi masyarakat, tumbuhan ini bisa menjadi solusi bagi cadangan karbohidrat selain beras.

“Masyarakat bisa mengolah umbinya sebagai campuran beras, penganan rebusan, serta diolah menjadi kue,” imbuh Asih.

Diminati sebagai tanaman hias

Ni Putu Sri Asih yang merupakan peneliti araceae di Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya “Eka Karya” Bali, tumbuhan ini tidak hanya berpotensi sebagai tanaman pangan dan obat. Namun juga berpotensi sebagai tanaman hias.

Apalagi tumbuhan ini mudah dikenali dengan bentuk daun dan coraknya yang beraneka, serta memiliki bunga tongkol yang seludangnya berwarna-warni.

[irp]

Dipilihnay tumbuhan talas-talasan ini sebagai tanaman hias karena masyarakat  tertarik dengan bentuk daunnya dan perawatan yang relatif mudah.

Karena itulah, tidak usah heran melihat tumbuhan ini  menjadi tanaman hias favorit untuk berkebun di masa pandemi Covid-19.

“Sebagian besar araceae hidup di dataran rendah hingga sedang, ia hanya memerlukan habitat hidup berhumus, porous dan lembab,” jelas Asih.

Di Indonesia, ada beberapa   jenis tumbuhan ini yang termasuk endemik— yang berpotensi sebagai tanaman hias antara lain berbagai jenis alocasia, spathiphyllum, schismatoglottis, rhaphidophora, scindapsus, dan homalomena.

“Araceae asli Indonesia ini umumnya memiliki bentuk daun yang unik, tidak kalah cantik dengan monstera, jenis araceae dari luar negeri yang sedang naik daun,” tambah Asih.

Sementara untuk potensi obat, Asih mengatakan jika hal ini masih perlu diteliti.  “Selama ini pengetahuan mengenai potensinya sebagai obat justru berasal dari kearifan lokal yang berkembang di masyarakat, misalnya alocasia longiloba bisa dimanfaatkan sebagai obat luka. Ini bisa menjadi peluang bagi peneliti untuk mendalami potensinya,” jelas  Asih.

Sebagai tumbuhan yang memiliki potensi. Asih berharap tumbuhan ini bisa dijaga masyarakat yang mengambilnya  di alam tetap memiliki kesadaran untuk melestarikannya bagi generasi mendatang.

[irp]

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2