Alih Fungsi Lahan Antar Danau Tempe ke Zona Kritis

Klikhijau.com – Danau Tempe menjadi salah satu danau yang kritis di Indonesia. Namun, danau yang membentang di tiga kabupaten di Sulawesi Selatan, yakni  Wajo,  Sidenreng Rappang (Sidrap), dan  Soppen...

Alih Fungsi Lahan Antar Danau Tempe ke Zona Kritis
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

“Rekomendasi alternatif dari permasalah di danau Tempe adalah dengan revitalisasi berbasis daya dukung ekosistem untuk mengembalikan fungsi habitat dengan mempertahankan atau memperluas genangan tidak permanen dan memperdalam genangan permanen sehingga ekosistem sektor perikanan terjaga,” tuturnya.

Mengelola danau Tempe diakui oleh  Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan KLHK, Ruandha Agung Sudirman penuh tantangan.

Salah satu tantangannya yakni adanya peningkatan curah hujan akibat kecenderungan peningkatan suhu udara minimum dan maksimum sehingga mengakibatkan peningkatan banjir.

“Selain itu eutrofikasi akibat curah hujan yang tinggi akan mengurangi kesuburan habitat ikan dan  kualitas air yang menurun serta perubahan pola rendaman mengakibatkan perubahan terhadap pengelolaan lahan dan perairan,” imbuhnya.

Karena alih fungsi lahan

Apa yang menyebabkan danau Tempe masuk ke zona kritis. Jawabannya karena sedimentasi. Lalu apa  yang menyebabkan terjadinya sedimentasi?

Pertanyaan itu dijawab oleh Direktorat Bendungan dan Danau, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,  Airlangga Mardjono.

Menurutnya  bahwa alih fungsi lahan di sekitar danau Tempe sebagai perumahan dan pertanian merupakan penyebab sedimentasi.

Karena itu, ia menawarkan solusi untuk mengatasi masalah sedimentasi yang tinggi dan permukiman yang padat di danau Tempe.

Solusi tersebut adalah melalui dredging untuk menambah kapasitas danau dan sungai serta pembangunan bendungan di beberapa wilayah inflow danau Tempe.

Penyelamatan danau dengan luasn sekitar 350 km2 tersebut memang penting. Itu jika Indonesia tak ingin kehilangan danau  yang memiliki beragam spesies ikan air tawar yang jarang ditemui di tempat lain.

Kehilangan danau Tempe juga menjadi ancaman kehilangan sejumlah sungai. Sebab  terdapat 23 sungai yang mengalir dan bermuara di danau ini.

Selain itu, jika tak segera diselamatkan, warga sekitar juga terancam kehilangan mata pencaharian. Sebab danau ini   menjadi sumber mata pencaharian warga di sekitar danau Tempe.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2