5 Alasan Kenapa Mengubur Sampah Anorganik adalah Pilihan Berbahaya

Klikhijau.com – Mengubur sampah anorganik masih banyak dilakukan oleh masyarakat. Masyarakat menganggap itu cara terbaik agar tidak berserakan mencemari lingkungan, agar tidak membuat pemandangan tamp...

5 Alasan Kenapa Mengubur Sampah Anorganik adalah Pilihan Berbahaya
Bacakan Artikel

Jika sampah jenis ini terurai, akan menghasilkan zat yang berbahaya bagi tanah di sekitarnya. Misalnya sampah plastik atau sejenisnya, jika terurai akan mengeluarkan atau melepaskan dietilhidroksilamin.

Zat ini dapat berdampak pada kesehatan reproduksi, fungsi hati, dan berat badan. Selain itu, zat berbahaya itu dapat merampas hidup hewan pengeruai seperti cacing dan lainnya.

Jadi, mengubur sampah anorganik tidak lantas menghilangkan zat-zat tersebut. Zat berbahaya itu tetap ada dan tetap setia pada ancamannya.



  • Merusak struktur dan kesuburan tanah



Tanah memiliki strukturnya tersendiri. Apabila struktur itu rusak maka akan berpengaruh pada kualitas tanah. Kesuburannya akan tergerus sehingga tidak lagi mampu menyuburkan tanaman.

Salah satu yang bisa menggerus struktur tanah dan mengambilnya dengan paksa kesuburannya adalah sampah anorganik, termasuk saat kita menguburkannya.

Penguburan sampah non organik, misalnya kaleng atau plastik dapat merusak struktur tanah, dan mengurangi kesuburannya.

Jika hal ini terjadi, maka ketika hujan turun maka akan menimbulkan genangan air, yang bisa saja berujung pada banjir.



  • Menghalangi air meresap



Air membutuhkan daerah resapan yang baik. Jika tanah tercemar sampah, maka hal itu akan mengganggu air terserap ke dalamnya.

Begitu pun dengan sampah yang dikubur, secara otomatis pula akan menghalangi air terserap ke dalam tanah, ini tidak hanya mengurangi unsur kesuburannya, tapi juga bisa jadi penyebab genangan dan banjir seperti diuraikan di atas.



  • Hanya tertimbun, tidak terurai dan hilang



Jika kamu berpikir, sampah yang dikubur itu hilang, sesungguhnya kamu keliru. Sampah-sampah tersebut tidak hilang (bisa dibaca terurai), hanya tidak tampak dalam pandangan saja.

Namun, sebenarnya yang terjadi sampah-sampah yang dikubur itu hanya tersimpan di dalam tanah. Tidak terurai dan hanya menunggu waktu untuk kembali ke permukaan membawa bahaya.

Bagaimana, masih tertarik mengubur sampah anorganik?

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2