2 Minggu Tidak Berolahraga Bisa Sebabkan Kardiovaskular, Penyebab Utama Kematian

Klikhijau.com – Mengapa kita harus berolahraga? Sepenting apa olahraga bagi kita? Rasanya pertanyaan itu bisa dijawab hampir semua orang. Apalagi jika memang orang itu rutin berolahraga. Pedoman ak...

2 Minggu Tidak Berolahraga Bisa Sebabkan Kardiovaskular, Penyebab Utama Kematian
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Mengapa kita harus berolahraga? Sepenting apa olahraga bagi kita? Rasanya pertanyaan itu bisa dijawab hampir semua orang. Apalagi jika memang orang itu rutin berolahraga.

Pedoman aktivitas kesehatan yang ada saat ini menganjurkan orang dewasa melakukan paling sedikit 150 menit aktivitas yang sedang atau 75 menit aktivitas yang intens, misalnya olahraga setiap minggu.

Selain menyehatkan dan menyegarkan tubuh, berolahraga juga dapat membantu proses diet, melawan penyakit, meningkatkan fungsi otak, menunda proses penuaan, dan meningkatkan energi.

Tapi pada kenyataannya, penelitian menemukan bahwa satu dari empat orang dewasa dinilai tidak cukup aktif.

Alasannya banyak, sebagian karena mengendarai mobil saat berangkat kerja. Apalagi bagi mereka yang bekerja kantoran, kerap kali hanya fokus dengan apa yang dikerjakan. Ini membuatnya jarang beranjak dari meja, kecuali saat ke kamar mandi atau mengambil air minum.

Singkatnya, meskipun sibuk, kita tidak banyak bergerak dan lupa berolahraga. Tetapi setelah berhadapan dengan tekanan pekerjaan dari minggu ke minggu, kita cenderung menginginkan untuk bersantai di pantai.

Selama berlibur itu, kita tidak melakukan apa-apa selain bersantai. Tapi bukan ini yang dibutuhkan tubuh kita. Bahkan, sebenarnya itu lebih berbahaya daripada yang disadari.

Sebuah penelitian yang meneliti efek apa saja yang akan terjadi dalam tubuh akibat minimnya aktivitas fisik dalam waktu singkat.

Hasil penelitian menemukan bahwa tidak melakukan aktivitas serius selama dua minggu dapat meningkatkan risiko penyakit serius, seperti penyakit kardiovaskular. Penyakit ini adalah penyakit karena gangguan jantung dan pembuluh darah.

Sejak 1950-an, hubungan antara aktivitas fisik sehari-hari dengan kesehatan pertama kali diidentifikasi dalam studi pada para pekerja transportasi di London. Studi ini menemukan, sopir bus lebih mungkin mengalami serangan jantung dibandingkan rekan mereka, kondektur bus.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2