Perubahan Iklim Menyulap Hutan Kurang Produktif

Klikhijau.com – Hutan berperan penting dalam mengatur iklim bumi. Ia dapat menyerap sebagian besar emisi CO2. Hanya saja kemampuan hutan untuk menyimpan karbon bergantung pada keseimbangan antara d...

Perubahan Iklim Menyulap Hutan Kurang Produktif
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Hutan berperan penting dalam mengatur iklim bumi. Ia dapat menyerap sebagian besar emisi CO2.

Hanya saja kemampuan hutan untuk menyimpan karbon bergantung pada keseimbangan antara dampak positif dan negatif dari perubahan iklim.

Hutan termasuk salah satu bagian penting bumi yang mendapat ancaman serius dari perubahan iklim. Laporan studi dilakukan oleh peneliti Universitas Florida J. Aaron Hogan dan Jeremy W. Lichstein mengungkapkan hal tersebut.

Studi  yang diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences itu  menyoroti betapa parahnya permasalahan ini terhadap penyerapan karbon hutan, khususnya di Amerika Serikat.

Penelitian yang dilakukan ini melibatkan analisis komprehensif terhadap data Dinas Kehutanan AS.

Dilansir dari Earth, Para ahli menganalisis data dari tahun 1999 hingga 2020— termasuk 113.806 pengukuran di hutan non-hutan tanaman. Tujuan dari studi ini adalah untuk menilai bagaimana hutan di seluruh negeri merespons perubahan iklim.

Analisis tersebut mengungkapkan perbedaan nyata dalam kesehatan dan produktivitas hutan antara Amerika Serikat bagian timur dan barat.

Di negara-negara Barat, dampak iklim yang parah telah menyebabkan penurunan pertumbuhan pohon dan akumulasi biomassa. Sebaliknya, wilayah Timur mengalami sedikit peningkatan pertumbuhan karena dampak iklim yang lebih ringan.

“Kami menyaksikan perubahan fungsi hutan seiring dengan respons ekosistem hutan terhadap pemicu perubahan global. Misalnya pemupukan karbon dioksida dan perubahan iklim,” kata Hogan. “Keseimbangan masa depan dari faktor-faktor pendorong inilah yang akan menentukan fungsi hutan dalam beberapa tahun hingga beberapa dekade mendatang.”


Meskipun beberapa faktor pendorong, seperti kekeringan dan patogen, berdampak negatif terhadap produktivitas hutan, pemupukan karbon dioksida berpotensi meningkatkan produktivitas.

“Dinas Kehutanan AS telah memantau pertumbuhan dan kelangsungan hidup lebih dari satu juta pohon di seluruh AS selama beberapa dekade,” kata Lichstein. “Kami tertarik untuk melihat apakah data mereka memberikan bukti peningkatan laju pertumbuhan pohon, seperti yang diperkirakan oleh hipotesis pemupukan karbon dioksida.”

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2