Pernikahan Semesta Dardi di Hutan Bambu

Klikhijau.com - Namanya Nardi. Ia biasa disapa Dardi. Hanya pemuda biasa yang baru saja menikah, Kamis, 17 Januari 2019. Pernikahannya tergolong unik, karena memanfaatkan eksotika alam di sekitar s...

Pernikahan Semesta Dardi di Hutan Bambu
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Namanya Nardi. Ia biasa disapa Dardi. Hanya pemuda biasa yang baru saja menikah, Kamis, 17 Januari 2019.

Pernikahannya tergolong unik, karena memanfaatkan eksotika alam di sekitar sungai Mandar dalam resepsi pernikahannya.

Nah, bagaimana mungkin itu terjadi dalam masa modern?

Begini kisahnya. Berawal dari kisah cinta Dardi kepada Hasrawati atau Ocha, gadis cantik dari desa Sepabatu, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar. Ketika niatnya membulat untuk menyunting, ada ide untuk merevitalisasi gaya pernikahan warga Sungai Mandar.

Hasrawati atau Ocha sangat gembira mendengar rencana ini. Kesibukan dimulai. Mulai dari memilih lokasi resepsi pernikahan hingga memilih alat transportasi.

"Kami akhirnya bersepakat memilih hutan bambu Alu sebagai tempat resepsi pernikahan," kata Dardi.

Sebelas rakit bambu disiapkan untuk membawa rombongan pengantin pria dan juga barang-barang hantaran. Hantaran ini masih sangat banyak sesuai dengan tradisi yang hidup di desa Alu, Kecamatan Alu Kabupaten Polewali Mandar. Inilah yang disebut tradisi Maccanring.

"Hantaran bukan sebagai ekspresi sikap materialis, namun sebagai bentuk penghormatan mempelai pria kepada pasangannya. Karena meskipun tak meminta, mempelai pria harusnya menghormati, salah satunya dengan hantaran itu," kata Dardi.

Hutan bambu yang mencapai 20 hektar itu tentu sangat luas dan mewah untuk sebuah pernikahan.

Keamanan menjadi pertimbangan lain. Namun Dardi dan Ocha bersikukuh, apalagi sepanjang Sungai Mandar maupun di Desa Alu sudah menasbihkan diri sebagai kampung pendekar silat.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2