Pernah Dianggap Punah, 6 Satwa Ini Hidup Kembali di Habitatnya

Klikhijau.com โ€“ Keberadaan satwa di habitatnya memang terus mengalami ancaman karena beragam faktor. Penyebab utama kepunahan satwa adalah perubahan iklim dan kerusakan habitatnya. Simak penyebab lain...

Pernah Dianggap Punah, 6 Satwa Ini Hidup Kembali di Habitatnya
Bacakan Artikel

Satwa dengan ukuran sekira 5,5 sentimeter ini pertama kali diidentifikasi oleh Colin Tilbury pada 1992 sebagai satu bunglon paling langka di dunia.

Risiko kepunahan bunglon dinyatakan sangat tinggi yakni rata-rata 15 persen untuk ordo reptil, dengan 34 persen spesies bunglon dinyatakan terancam dan 18 persen masuk kategori hampir terancam.



  1. Tikus Djoongari



Tikus Djoongari terakhir kali dijumpai di barat daya Australia Barat hingga New South Wales pada 1857. Sudah cukup lama yah, sekitar 150 tahun lamanya dan nyaris saja hilang dalam catatan dan ingatan.

Ekspansi lahan pertanian menjadi satu faktor lenyapnya spesies tikus langka ini. Para ahli kini menemukan kembali jejaknya.

Ahli biologi evolusi Australian National University, Emily Roycroft mengatakan penemuan spesies ini adalah kabar gembira.

[irp]

"Sangat menarik bahwa tikus ini masih ada, tetapi menghilangnya dari daratan menyoroti betapa cepatnya spesies ini berubah dan hanya bertahan di pulau-pulau lepas pantai di Australia Barat. Ini adalah keruntuhan populasi yang sangat besar," sambungnya.



  1. Tarsius kerdil



Ekspedisi yang dilakukan pada 2008 menjadi peristiwa penting akan jejak spesies Tarsius kerdil. Pasalnya, satwa ini dijumpai kembali berkeliaran di hutan liar Sulawesi.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: