Perihal Buah yang Memiliki Falsafah Kuat dalam Kehidupan Manusia

Klikhijau.com – Buah tak sekadar buah. Beberapa buah selain memberi manfaa bagi manusia. Juga ada yang memberi manfaat secara batin melalui pesan yang dicontohkan darinya. Karena buah banyak pula d...

Perihal Buah yang Memiliki Falsafah Kuat dalam Kehidupan Manusia
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Buah tak sekadar buah. Beberapa buah selain memberi manfaa bagi manusia. Juga ada yang memberi manfaat secara batin melalui pesan yang dicontohkan darinya.

Karena buah banyak pula digunakan sebagai falsafah untuk membentuk karakter seseorang. Ia dijadikan pesan leluhur yang masih bertahan hingga kini.

Melalui buah, leluhur kita merasukkan pesan-pesan positif dengan mengambil contoh sifatnya, baik bentuk maupun manfaatnya.

Berikut ini beberapa buah yang kerap digunakan untuk memberi pesan kepada kita. Ia dianggap memiliki falsafah yang kuat untuk mengubah perilaku dan membentuk karakter seseorang:



  • Padi



Tanaman yang menyukai area berair ini memiliki buah yang paling fundamental bagi masyarakat Indonesia.

Buahnya itulah yang menjadi beras, dan masyarakat Indonesia menjadikan beras sebagai makanan pokok.

Nah, buah dari tanaman ini tak hanya memberi manfaat sebagai pangan, tapi juga dijadikan falsafah hidup banyak orang, ia kerap dijadikan pesan, “Jadilah seperti padi, semakin berisi semakin menunduk,”

Sifat buah padi yang semakin berisi akan semakin menunduk ini, kerap dijadikan falsafat bahwa semakin berilmu seseorang, harusnya semakin menunduk, bukannya congkak dan merasa paling jago.



  • Kedondong



Dari luar, kedondong tampak mulus menggairahkan, tapi begitu dilihat isi bagian dalamnya. Buah ini jauh berbeda dari apa yang terlihat di luarnya. Bagian dalamnya terlihat berduri.

Kedondong sering diambil sebagai gambaran orang yang munafik, jangan seperti kedondong, mulus di luar berduri di dalam—jangan munafik, itu intinya



  • Pisang



Salah satu sifat unik dari pisang adalah caranya berbuah, buahnya selain bermanfaat bagi kesehatan, juga biasa dijadikan pedoman hidup seseorang yang selalu bersetia pada pasangannya.

“Jadilah seperti pisang, yang hanya berbuah sekali,” maksudnya setialah pada satu orang, jangan menduakannya. Sebab mendua itu tak baik dan setia itu menakjubkan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2