Permandian Bravo 45 Bulukumba dan Lelaki Misterius Bernama Suma’

oleh -1,695 kali dilihat
Permandian Bravo 45 Bulukumba dan Lelaki Misterius Bernama Suma'
Permandian Bravo 45 atau Likuna Suma'/foto-Idris
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Jika bergerak ke selatan dari arah Makassar. Kamu akan melewati beberapa kabupaten. Salah satunya adalah Bulukumba. Nah, jika kamu memasukinya, tepat setelah lepas dari jembatan Teko. Ada beberapa jalan yang bisa kau pilih.

Jika kamu belok kiri, jalan itu akan membawamu jauh hingga ke Kelurahan Borong Rappoa. Sebelum pasar Borong Rappoa, jika kamu belok kanan, jalan itu akan membawamu ke Desa Kindang.

Sebelum masuk ke wilayah Desa Kindang. Kamu akan menemukan sebuah tugu terbuat dari beton di sebelah kanan jalan, berdiri dengan kokoh angka 45.

Saya tak pernah paham, kenapa tertulis 45, mungkin untuk mengingat tahun paling bersejarah republik ini, yakni tahun 1945 yang merupakan tahun kemerdekaannya.

KLIK INI:  Para Ilmuwan Ubah Botol Plastik Bekas Jadi Perasa Vanila

Konon, tugu itu dibuat oleh lelaki bernama Sampa’. Ia adalah lelaki yang paling ahli dalam hal “tukang” batu di Kindang di masa mudanya. Kini Sampa’ tak lagi leluasa menggunakan sendoknya untuk memasang batu-bata. Ia kini telah termakan usia.

Makhluk mistik bernama lombe

Namun, jika kamu menoleh ke kanan sebelum tugu itu, kamu akan temukan tulisan Permandian Bravo 45. Tak jauh dari tulisan tersebut ada tangga menuju sungai. Anak tangganya menyentuh angka 50an tangga.

Setelah sampai di sungai, berbelok kirilah, berjalan perlahan melewati bebatuan, kamu akan temukan sebuah kolam alami yang terbentuk sendiri tepat di ujung air terjun.

Orang-orang di sana menamainya liku (air tergenang cukup dalam serupa kolam). Dulu, liku’ itu dinamai likuna suma’ (likunya suma).

Konon, hanya lelaki yang bernama Suma saja yang berani berenang ke liku itu. Namun, ada juga versi lain beredar, bahwa lelaki bernama Suma’ tenggelam ke dalam liku itu.

Tentang Suma’ sendiri, tak ada yang tahu pasti parasnya serupa apa, juga ia tinggal di mana dan lahir sejak tahun berapa. Namun, liku itu warga yang telah melewati hidup cukup lama di sana. Mereka lebih mengenalnya dengan nama Likuna Suma’. Terletak di perbatasan Keluharan Borong Rappoa dan Desa Kindang.

KLIK INI:  Selada Air, Sayuran Tertua yang Dikonsumsi Manusia dengan Setumpuk Manfaat

Liku itu berlokasi di sungai Bijahang atau Bijawang. Bukan hanya lelaki bernama Suma yang misteri, pada tahun 2000an, ketika sungai Bijahang dan likuna Suma disulap jadi tempat wisata alam air terjun. Banyak tetua kampung beranggapan tak ada yang bisa berenang hingga mendekati air terjun.

Sebab, ada makhluk mistik lain yang bernama lombe yang bisa menghisap orang hingga lenyap tanpa bekas.

Lombe itulah yang menjadikan likuna Suma’ ditakuti. Sebagian orang percaya, lombe itulah yang mengisap suma’ hingga tenggelam.

Kini, likuna Suma tak lagi mengeluarkan aroma mistik yang penuh ketakutan. Orang datang berenang dengan riang tanpa takut lombe mengisapnya.

Jika ke Bulukumba, rasanya akan kurang tanpa mengunjungi permandian air terjun ini. Airnya dingin menyegarkan.

KLIK INI:  Begini Peran Destinasi Wisata Hutan Mangrove Bontang, Kaltim