Perihal Lenrong (Belut Sawah), Manfaat, dan Inovasi Penangkapannya

Klikhijau.com - A'lenrong (mencari lenrong) dulu harus bermandi lumpur. Penuh perjuangan. Sekarang lebih mudah, lebih modern. Dulu saat ada pacoi (sarang lenrong), akan ditelusuri bahkan hingga ke...

Perihal Lenrong (Belut Sawah), Manfaat, dan Inovasi Penangkapannya
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com - A'lenrong (mencari lenrong) dulu harus bermandi lumpur. Penuh perjuangan. Sekarang lebih mudah, lebih modern.

Dulu saat ada pacoi (sarang lenrong), akan ditelusuri bahkan hingga ke jauh. Terkadang pematang sawah jadi korban. Karena harus dibongkar.

Saat lenrong keluar dari pacionya, perjuangan belum berhenti. Sebab harus ditangkap. Tubuh lenrong yang licin membuatnya sulit tertangkap. Karenanya, harus kerja sama tim. Minimal dua orang dalam satu tim penangkap lenrong.

Saat mencarinya, tantangan lain yang mengintai adalah diburu oleh pemilik sawah, sebab peluang pematang sawahnya hancur adalah 99 persen.

Karenanya, saat mendapatkan dua atau tiga ekor lenrong. Itu adalah prestasi yang sangat gemilang.

Jika a’lenrong adalah proses mencari lenrong, maka julukan orang yang mencarinya adalah  palenrong.

Lenrong adalah nama lokal di Kindang untuk belut sawah atau mua. Nama ilmiahnya adalah Monopterus albus. Digolongkan sebagai sejenis ikan anggota suku Synbranchidae. Ia dapat dikonsumsi, rasanya enak. Paling tepat jika "dilawa' atau lawar".

Inovasi pencari lenrong

Saat ini mencari lenrong telah jauh berubah, tidak perlu lagi bermandi lumpur dan merusak pematang sawah.

Dari pengamatan saya, di Desa Kindang, Bulukumba. Setidaknya ada tiga "inovasi" masyarakat Dalam menangkap lenrong, pertama nisuloi, cara ini hanya bisa dilakukan pada malam hari dengan membawa obor atau menggunakan senter.

Saat malam, lenrong akan keluar mencari makan. Jadi, bisa langsung ditangkap saja. Lenrong memang aktif di malam hari

Hanya saat menggunakan metode ini, tidak bisa sembarang waktu. Paling tepat  dilakukan saat sawah telah eso atau siap ditanami atau saat padi yang baru ditanam belum meninggi.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2