Perihal Jamur, Manfaat dan Bahayanya Jika Dikonsumsi

Klikhijau.com –  Selalu ada kisah menarik perihal tumbuhan, semisal jamur. Belum lama ini ilmuan menemukan fosil jamur yang berusia satu miliar tahun (baca: Melihat Dunia yang Lebih “Modern”di Masa La...

Perihal Jamur, Manfaat dan Bahayanya Jika Dikonsumsi
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Irhyl R  Makkatutu

Artikel terbaru dari Irhyl R Makkatutu (lihat semua)

Klikhijau.com –  Selalu ada kisah menarik perihal tumbuhan, semisal jamur. Belum lama ini ilmuan menemukan fosil jamur yang berusia satu miliar tahun (baca: Melihat Dunia yang Lebih “Modern”di Masa Lalu Melalui Jamur Berusia 1 Miliar Tahun)

Atau tentang jamur di Pakistan (baca: Usah Menanti Puluhan Tahun, Jamur Ini Bisa Atasi Sampah Plastik Lebih Cepat) yang bisa mengurai sampah plastik dalam hitungan minggu, bahkan bisa mengatasi polutan minyak yang membahayakan lingkungan.

Namun, bagaimana manfaat dan bahaya jamur bagi kesehatan jika dikonsumsi, seseorang bernama Aprinda Puji mengungkapkannya di Hellosehat.com, tulisan Aprinda tersebut di reveiw dan diedit oleh dr. Yusra Firdaus yang berprofesi sebagai dokter umum, berikut ulasannya:

Manfaat bagi kesehatan



  •  Dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh



Pada pengobatan tradisional cina, jamur shitake digunakan untuk membuat obat flu. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa ekstraknya dapat melawan virus dan meningkatkan daya tahan tubuh dari infeksi akibat bakteri atau jamur.

Kemudian, shitake dan oyster mengandung beta-glukan, salah satu polisakarida yang membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Pada sebuah studi, 52 orang yang mengonsumsi satu atau dua jamur kering dalam satu bulan, fungsi kekebalan tubuhnya meningkat, dan risiko terjadinya peradangan menjadi berkurang.



  • Menghambat pertumbuhan sel kanker



Jamur kaya akan antioksidan yang membersihkan tubuh dari radikal bebas. Radikal bebas yang ada dalam tubuh berpotensi menyebabkan penyakit kanker.

Beta-glukan yang terkandung di dalamnya juga digunakan sebagai salah satu perawatan kemoterapi atau terapi radiasi.

Walaupun tidak membunuh sel kanker, beta-glukan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga menghambat pertumbuhan sel kanker. Selain itu, beta-glukan juga mengatasi efek samping mual akibat kemoterapi atau terapi radiasi.

Kemudian, lima studi yang menganalisis 650 pasien kanker lambung yang menggunakan lentinan (salah satu kandungannya) saat kemoterapi menemukan bahwa lentinan meningkatkan kesehatan mereka.

Kandungan vitamin D juga terbukti mencegah pertumbuhan sel kanker dan folat pada jamur juga berperan penting dalam sintesis dan perbaikan DNA, sehingga mencegah terbentuknya sel kanker dari mutasi DNA.



  • Menurunkan kolesterol tinggi



Kandungan beta-gukan, eritadenine, dan chitosan pada jamur juga membantu menurunkan kolesterol. Sebuah studi dilakukan pada orang obesitas yang melakukan diet.

Hasilnya menunjukkan bahwa mengganti daging dengan jamur selama 3 kali seminggu, dapat meningkatkan HDL (kolesterol baik) sebanyak 8%, mengurangi trigliserida sebanyak 15 persen, dan menurunkan berat badan sebesar 3,6 persen.



  • Sehat bagi jantung



Serat, kalium, dan vitamin C pada jamur berkontribusi menjaga tekanan darah dan kolesterol sehingga menurunkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler dan hipertensi.
Risiko dan bahaya yang mungkin jika dikonsumsi

Tidak semua jamur aman untuk dikonsumsi. Ada beberapa jenis yang mengandung racun dan dapat membahayakan tubuh. Beberapa kemungkinan efek buruk tersebut bila dikonsumsi adalah sebagai berikut.


  • Keracunan



Keracunan bisa terjadi ketika terkontaminasi Camplylobacter jejuni, yaitu bakteri yang bisa muncul. Dilansir dari Live Strong, Al Wagner dan Texas Agricultural and Mechanical College, keracunan ini menyebabkan mual, diare, atau kram perut.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2