Pepohonan Menghitam di Kotamu

Pepohonan Menghitam di Kotamu   "baunya mulai tercium," katamu mengalahkan deru kendaraan. suaramu menerobos masuk ke helm yang menutupi telingaku. tak menyahut aku bau asing itu menguas...

Pepohonan Menghitam di Kotamu
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Pepohonan Menghitam di Kotamu


 

"baunya mulai tercium," katamu mengalahkan deru kendaraan.
suaramu menerobos masuk ke helm yang menutupi telingaku.

tak menyahut aku
bau asing itu menguasai seluruh penciuman
bertabrakan dengan bau parfummu
berbau rumput basah

"sampai," ujarmu

aku melongo, asing tiba
sangat kental
pepohonan di kotamu menghitam malam

tak bertanya aku, sejak kapan bermula

bukan jilatan api memanggang pepohonan itu
pula bukan panggangan kemarau

suara cericit meriuh
kepakan sayap riahkan siang

kotamu, kota hitam manis di taman itu
kota dengan pepohonan menghitam
dalam kuasa kalong

kutatapi ia
kutatapi kau

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2