Pepohonan Menghitam di Kotamu

Pepohonan Menghitam di Kotamu   "baunya mulai tercium," katamu mengalahkan deru kendaraan. suaramu menerobos masuk ke helm yang menutupi telingaku. tak menyahut aku bau asing itu menguas...

Pepohonan Menghitam di Kotamu
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

aku berubah dahan-dahan pohon

tandabaca, 9 Juli 2022

Daun-daun Merimbun di Matamu


 

matamu, sejak aku bermukim di sana
kabut menghilang jauh
duan-daun merimbun pesona

aku pepohonan
kau akar
aku reranting
kau daun-daun

kita terus saling terteror ribang
saling bertumbuh
jadi kehidupan

tandabaca, 9 Juli 2022

magrib tiba
beburung puyeng mencari ranting
menenggerkan diri

pohon-pohon telah berubah ladang rempah

Kindang, Juli 2022

Asap di Kamarmu


 

di sepanjang sunyi yang menghijau di matamu
aku berlari ke sana kemari
mencari reranting
tuk kubakar
hangatkan tubuh dari gigil
menggemeretakkan gigi
mengais-ngais rimbunan sunyi di matamu

bakar apa saja yang bisa terbakar
selain plastik

aku kumpulkan dedaunan cengkih
membakarnya, asapnya tiba di kamarmu

terus saja aku membakar
api jilati pohon cengkih

terang benderang
orang-orang berhamburan, teriak menggema
borong kebakaran
sunyi yang merimbun di matamu
berjalan terus di sepanjang jalan

dan keringat mulai mengucur
sepanjang roda waktu

Kindang, Juli 2022

Aku-Kau


 

aku terus bertumbuh
jadi gemintang
saat pekat malam meraja
saat bulan sedang malu-malu

di langit aku doa
pada tanah aku harapan

di hatimu aku laut biru
dan di denyutku
kau aliran sungai

Kindang, Juli 2022

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2