Pentingnya Eco Event ala IIP BUMN dan Klikhijau untuk Mengurangi Sampah

Klikhijau.com - Siang. Terik meraja. Sampah-sampah plastik menari di udara. Diterbangkan angin. Bau dan debu mengepung dari segala arah—bertamu ke dalam hidung. Situasi itu tak menyurutkan niat dan...

Pentingnya Eco Event ala IIP BUMN dan Klikhijau untuk Mengurangi Sampah
Bacakan Artikel

Rangkaian akhir acara

Penyiraman eco enzim tersebut merupakan rangkaian akhir dari kegiatan penyuluhan lingkungan dan Gerakan Kelola Sampah Berbasis Warga sebagai Upaya Mitigasi Perubahan Iklim. Kegiatan tersebut dipusatkan di di Lapangan Bitowa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.

Ketua Ikatan Istri Pimpinan (IIP) BUMN yang diwakili Popi Jarot Setyawan selaku Ketua PIKK PLN UIP3B Sulawesi  dalam sambutannya   mengungkapkan, ada lebih dari 1000 ton sampah yang diangkut menuju TPA Tamangapa setiap harinya.

Pengelolaan sampah di Indonesia menurut Popi memang masih meresahkan. Hal itu ditunjukan oleh data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional KLHK per 31 Juli, ada 32,2 juta ton timbulan sampah, dan 11,6 juta tonnya tidak terkelola. Komposisi sampah didominasi oleh sisa makanan sebesar 40%, yang sebagian besar bersumber dari aktivitas rumah tangga dengan angka 49%.

Pentingnya eco event

Event atau kegiatan apa pun itu yang mengumpulkan banyak orang. Sampah akan jadi masalah, tapi tidak demikian dengan eco event yang digagas oleh IIP BUMN dan Klikhijau. Tidak ada sampah berserakan setelah acara.

Karena sebelum dan saat acara berlangsung. Segala hal yang berpotensi menghasilkan sampah sudah diantisipasi, misalnya peserta dan panitia diharuskan membawa tumbler, kemasan makanan yang berpotensi menjadi sampah pun tidak diikutkan.

Pun ada aksi bersih, aksi bersih dilakukan bukan di penghujung acara sebagai penutup, justru aksi bersih dimasukkan ke dalam agenda, sebelum acara pembukaan berlangsung.

Sampah yang berhasil dikumpulkan tidak langsung dibuang, tetapi dipilah terlebih dahulu. Mana sampah yang dapat didaur ulang dan memiliki nilai ekonomi, mana yang tidak bisa.

Sampah yang dapat didaur ulang kemudian diserahkan ke Bank Sampah Kemuning yang diasuh oleh Atma Yualita Char Putri atau yang akrab dipanggil Ibu Atma.

Pemilahan sampah tentu akan berdampak luas, khususnya di TPA Tamangapa, karena tidak semua sampah akan terbuang ke sana.

Memang di TPA Tamangapa, banyak warga yang mencari sampah yang memiliki nilai jual, tetapi mereka tidak bisa menanggulangi sampah yang datang dari seluruh Makassar. Jumlahnya tidak sedikit dalam sehari

Apa yang dilakukan oleh IIP BUMN dan Klikhijau yang berkolaborasi dengan beberapa lembaga itu, perlu tetap digaungkan. Para penyelenggara event, apalagi itu outdoor dapat mencontohnya, bahwa event yang selalu jadi ajang menumpuk sampah bisa dihindari dengan beralih pada eco event.

Melalui kegiatan eco event kita dapat mewujudkan Gerakan Indonesia Bersih seperti yang dijadikan tagline kegiatan tersebut, yang bertujuan untuk mendorong dan memperkuat literasi lingkungan dan semangat kolaborasi dalam pengelolaan sampah.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2