Kulit Pohon Berpotensi Jadi Senjata Ampuh Memerangi Perubahan Iklim

Klikhijau.com - Kulit pohon sering tidak masuk hitungan dari segi manfaat dan pemanfaatan. Umumnya lebih banyak dibuang daripada dimanfaatkan. Namun, penelitian yang diterbitkan di Nature dapat men...

Kulit Pohon Berpotensi Jadi Senjata Ampuh Memerangi Perubahan Iklim
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Kulit pohon sering tidak masuk hitungan dari segi manfaat dan pemanfaatan. Umumnya lebih banyak dibuang daripada dimanfaatkan.

Namun, penelitian yang diterbitkan di Nature dapat mengubah pandangan itu. Pada kulit pohon, terdapat mikroba yang menjadikannya sebagai tempat tinggal

Mikroba tersebut tidak sekadar numpang hidup, tetapi memiliki manfaat mengejutkan dan mengesan ya, sebab ditemukan bisa menyedot gas rumah kaca (GRK) dari atmosfer.

Karenanya, pepohonan pada banyak bagian, misalnya kulit pohon memiliki peran penting dalam memerangi perubahan iklim.

Penemuan tersebut menjadi kabar baik di tengah upaya memerangi perubahan iklim yang semakin mengganas.

Studi baru tersebut dapat jadi pijakan bagi para pembuat kebijakan global, yakni dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam meningkatkan kesehatan pohon dan mengurangi penggundulan hutan.

Meskipun penemuan itu bukanlah hal yang baru, sebab jauh sebelumnya para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa pohon menyerap karbon dioksida dari atmosfer.

Namun, penelitian yang dipimpin oleh University of Birmingham dan melibatkan NAU tersebut menemukan hal baru, yakni bahwa mikroba yang hidup di kulit kayu atau di kayu itu sendiri menyerap metana atmosfer pada skala yang sama atau lebih besar dari tanah, sehingga pohon 10% lebih bermanfaat bagi iklim secara keseluruhan daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Alexander Shenkin, direktur Ecosystem Science and Innovation Lab di Northern Arizona University dan asisten profesor riset di School of Informatics, Computing, and Cyber ​​Systems  mengatakan  penelitian tersebut menggambarkan penemuan baru tentang proses di mana pohon mendinginkan planet, sepenuhnya tanpa menyerap karbon dioksida melalui fotosintesis.

“Dengan menggabungkan pengukuran kami dengan analisis global baru tentang seberapa banyak kulit pohon yang ada di dunia, menggunakan model 3D pohon dan citra satelit, kami menunjukkan bahwa skala proses ini sangat besar dan merupakan kontributor signifikan untuk menjaga bumi tetap dingin,” ungkapnya dinukil dari Newswise.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2