Penerbangan Lebih Ramah Lingkungan Jika Ketinggian Pesawat Diubah

Klikhijau.com – Masih ingat kisah sepasang kekasih Lorenz Keyßer dan Giulia Fontana. Keduanya menolak naik pesawat jika bepergian. Keduanya menganggap pesawat adalah penyumpang polusi udara yang be...

Penerbangan Lebih Ramah Lingkungan Jika Ketinggian Pesawat Diubah
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Masih ingat kisah sepasang kekasih Lorenz Keyßer dan Giulia Fontana. Keduanya menolak naik pesawat jika bepergian.

Keduanya menganggap pesawat adalah penyumpang polusi udara yang besar. Maka, demi cintanya kepada lingkungan, sepasang kekasih itu pun enggan naik pesawat.

Gerakan yang dilakukan sepasang kekasih itu, juga dilakukan oleh aktivis iklim Greta Thunberg. Ia berlayar dengan kapal bertenaga surya dari Swedia melintasi Samudra Atlantik selama 15 hari. Saat itu Thunberg akan memenuhi undangan KTT perubahan iklim di Kantor PBB, New York, AS. Transportasi tersebut ia pilih lantaran tidak menimbulkan polusi udara.

Gerakan seperti itu dikenal dengan flight shaming. Sebuah gerakan yang lahir di Swedia itu merupakan gerakan menolak naik pesawat untuk mengurangi polusi udara yang disebabkan oleh pesawat.

[irp]

Bagi penganut flight shaming, industri penerbangan dianggap musuh bagi lingkungan. Namun, sepertinya anggapan itu akan berubah arah.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: