Pelihara Jalur Batas, Resor Camba Temukan 16 Patok

Klikhijau.com - Sebagai upaya mempertahankan eksistensi keberadaan kawasan hutan Taman Nasional (TN) Bantimurung Bulusaraung, Resor Camba pelihara jalur batas kawasan konservasi dengan menggunakan apl...

Pelihara Jalur Batas, Resor Camba Temukan 16 Patok
Bacakan Artikel
Ramli

Menjaga Hutan dan Mengamati Burung

Kondisi 16 patok pal batas yang ditemukan sudah tidak memiliki nomor registrasi karena sudah terhapus, patoknya terbalut dengan lumut. Warna betonnya sudah tidak jelas sehingga tersamarkan jika tidak jeli mencari.

Beberapa titik di mana seharusnya ada pal batas, namun tim tidak menemukan di lapangan. Kemungkinan pal batasnya rusak atau dipindahkan, tim kemudian memasang plat seng berwarna kuning bertuliskan “Kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung”.

[caption id="attachment_31054" align="aligncenter" width="1000"] Salah satu pal batas di TN Babul-foto/Ramli[/caption]

Sebagian pal batas telah rusak

Pal batas yang ditemukan sebagiannya rusak, sehingga perlu adanya pemeliharaan pal batas. Pal batas perlu dicat ulang dan menomorinya.

Masyarakat Dusun Ara sepertinya paham betul batas kawasan hutan. Titik ditemukan pal batas sebagian besar berbatasan langsung dengan kebun mereka. Beberapa pal batas bersinggungan langsung dengan pagar kebun masyarakat. Kebun yang sudah lama ditinggal pemiliknya karena merantau.

“Rata-rata yang kita jumpai ini adalah kebun lama, pemiliknya banyak merantau ke Poso untuk berkebun coklat. Dulunya mungkin mereka yang pasang patok batas ini," sahut Amirullah, Kepala Dusun Ara.

Warga Ara ramah terhadap petugas yang datang berkunjung. Saat berpapasan di jalan, mereka menyapa kami dengan hangat, ketika kami bertanya mereka menjawab dengan santun, dan  sebagian sekedar melempar senyum saat berpapasan dengan kami.

Saat tiba di rumah kepala dusun cuaca lagi gerimis dan angin berhembus kencang. Suguhan kopi hitam dan pisang goreng panas istri kepala dusun menjadi penghangat ketika dingin menusuk tulang.

Kesempatan berkunjung kami gunakan untuk melakukan penyadartahuan pentingnya menjaga kawasan hutan.

Hutan yang rusak dapat membahayakan dengan terjadinya longsor, banjir, dan bisa mengakibatkan hilangnya mata air.  Personil Manggala Agni tak ketinggalan mensosialisasikan bahaya kebakaran hutan, agar memastikan api padam jika memang terpaksa membakar serasah di kebun masyarakat.

Menjaga hutan berarti menjaga penghidupan. Kita sebagai manusia hanya berusaha dan berdoa, ketetapan-Nya adalah hakiki.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2