Pelembagaan Profesi Insinyur Hayati Perlu Dipercepat

Klikhijau.com - Upaya pelembagaan profesi insinyur hayati, khususya kehutanan perlu dipercepat. Tidak hanya dipercepat tapi juga harus menjadi perhatian secara sungguh-sungguh. Hal tersebut ditegas...

Pelembagaan Profesi Insinyur Hayati  Perlu Dipercepat
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Irhyl R  Makkatutu

Artikel terbaru dari Irhyl R Makkatutu (lihat semua)

Kegiatan itu  bekerjasama dengan Kementerian LHK  dan juga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), khususnya Direktorat Perguruan Tinggi, Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Sedangkan agenda kedua dalam kongres ini adalah rapat pleno FOReTIKA yang akan diselenggarakan Selasa, 15 September mendatang.

“ Kami berharap kerjasama ini bisa semakin diluaskan dengan melibatkan Kemendikbud, khusunya Direktorat Pendidikan Tinggi,” ucap Rinekso.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Profesor Nizam, menyampaikan, profesi insinyur sangat dibutuhkan oleh setiap negara yang modern, maju. Khususnya dalam membangun ekonomi, infrastruktur dan menjaga lingkungannya secara profesional.

Untuk itu, insinyur sebagai profesi membutuhkan pendidikan profesi . Tentu berbeda dengan pendidikan tinggi. Pendidikan profesi adalah pendidikan yang benar-benar membawa marwah profesi. Sehingga memastikan bahwa sarjana kehutanan, sarjana teknik, memang fit dengan dunia profesinya.

“Melihat kebutuhan nasional akan insinyur-insinyur profesional yang sangat tinggi. Profesi insinyur ini hasrus terus dikawal agar dapat  melahirkan para insinyur profesional sehingga negara ini tidak didominasi oleh insinyur dari negara lain,” jelas Nizam.

Strategi menjaga kualitas lingkungan

KLHK sendiri memiliki sasaran strategis dalam menjaga kualitas lingkungan hidup untuk meningkatkan daya dukung lingkungan, ketahanan air.

Selain itu, juga kesehatan masyarakat, memanfaatkan potensi sumber daya hutan dan lingkungan hutan secara lestari untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan.

Tidak berhenti di situ saja, KLHK juga turut melestarikan keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayati serta keberadaan SDA sebagai sistem penyangga kehidupan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Karenanya,  Menteri LHK  mendukung sasaran strategis tersebut SDM profesional yang menguasai pengetahuan dan teknologi. Karena itu  sangat diperlukan.

Peningkatan profesionalisme SDM kehutanan dalam mencapai ‘better forestry management system’ harus menjadi tujuan seluruh insinyur profesional kehutanan baik dari sektor swasta maupun dari pemerintah.

“Sebagai Menteri LHK sekali lagi saya menegaskan, pemerintah mendukung langkah-langkah dan kiprah profesi insinyur Indonesia. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua FOReTIKA dan seluruh anggotanya bersama PII. Mereka telah memperjuangkan program profesi Insinyur Bidang Kehutanan. Semoga Allah Swt meridhoi langkah kita bersama. Untuk terus berupaya melakukan hal-hal bermanfaat dan semoga kita dapat melakukan percepatan. JUga akselerasi untuk membangun SDM yang kompeten dan profesional dalam rangka untuk mewujudkan Indonesia maju,” pungkasnya.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2