Peka dan Resah, Kunci Utama Tumbuhkan Perilaku Ramah Lingkungan

Klikhijau.com – Pertemuan singkat saya dengan tiga gadis remaja tadi siang. Kian menebalkan kesimpulan saya perihal perilaku ramah lingkungan. Ketiga gadis remaja itu, Nurnabilla Syfadewi Attaya (N...

Peka dan Resah, Kunci Utama Tumbuhkan Perilaku Ramah Lingkungan
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Kenapa ketiga gadis remaja itu mampu menciptakan dan memikirkan untuk membuat inovasi produk ramah lingkungan, karena mereka resah melihat penggunaan tisu yang tinggi di masyarakat.

“Awalnya karena kami lihat penggunaan tisu cukup tinggi, terus bahan baku tisu adalah pohon. Bayangkan berapa pohon harus ditebang untuk memenuhi kebutuhan tisu,” ungkap Liyana diamini kedua temannya.

Benar dari diri sendiri

Jika seseorang telah peka terhadap ancaman yang sedang melanda lingkungan dan Bumi ini, secara otomatis ia akan berpikr untuk berperilaku agar lebih ramah lingkungan, minimal tidak membuang sampah di sembarangan tempat.

Terus jika seseorang telah resah melihat lingkungan yang rusak, itu adalah tanda adanya kesadaran dalam dirinya untuk “hijrah” ke perilaku yang lebih ramah lingkungan.

Memang benar, perilaku ramah lingkungan harus dimulai dari diri sendiri, tapi untuk memulainya dibutuhkan motivasi.

Menurut pemikiran sederhana saya motivasi terbaik adalah resah dan peka. Sebab jika rasa peka telah dalam diri kita untuk menyelamatkan lingkungan.

Dari rasa peka itu kemudian akan timbul keresahan terhadap kelangsungan hidup lingkungan. Pada titik itulah perilaku ramah lingkungan bisa menyesap masuk ke dalam diri kita.

Dari kedua hal itu, akan tergerak hati untuk merawat lingkungam seperti yang dilakukan Nabila, Rara, dan Liyana. Melakukan terobosan baru untuk menyelamatkan pohon sebagai bahan baku pembuatan tisu.

Dengan penemuan itu, keberadaan pohon yang menjadi salah satu penobang lingkungan bisa diselamatkan, tisu yang cukup lama terurai ke dalam tanah pun bisa diatasi dengan tisu dari eceng gondok.

Dan hal lainnya, berangkat dari rasa peka dan resah, kanal-kanal yan disesaki eceng gondok bisa lebih bersih dan sehat, bukankah itu bagian dari penyelamatan lingkungan?

Lalu selanjutnya, jika pembaca punya tips ramah lingkungan, silakan berbagi.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2