Patuhi Ini Agar Puasa di Masa Pandemi Tetap Aman Menyehatkan!

Klikhijau.com - Apakah Aman Berpuasa di  Masa Pandemi Covid-19? Demikian pertanyaan yang banyak dirisaukan orang memasuki bulan ramadhan. Betapapun juga puasa di bulan ramadhan adalah kewajiban bag...

Patuhi Ini Agar Puasa di Masa Pandemi Tetap Aman Menyehatkan!
Bacakan Artikel

Seperti halnya ketika dalam kondisi normal, saat puasa konsumsi makanan dengan gizi seimbang sangat diperlukan untuk menjaga daya tahan tubuh terlebih dalam situasi pandemi seperti sekarang ini.

Perhatikan gizi makanan

Menurut ketua Yayasan Masyarakat Sadar Sadar Gizi ini, indikator seimbangnya makanan yang dimakan dapat dilihat dari variasi jenis dan warna yang terhidang dalam piring makan.

“Pastikan selalu menghadirkan protein (hewani dan nabati), sumber karbohidrat (makanan pokok, diutamakan yang mengandung serat tinggi seperti nasi merah, umbi, jagung atau nasi putih yang ditambahkan dengan aneka biji-bijian). Serta sumber lemak baik yang bisa diperoleh dari alpukat dan minyak tak jenuh ganda lainnya.

Protein hewani akan mensuplai asam amino yang lengkap dibandingkan dengan protein nabati. Pastikan selalu ada setidaknya 1- 2 porsi protein hewani.  Jenis white meat seperti unggas dan ikan merupakan pilihan terbaik.

“Jika sulit, sebutir telur perhari menjadi jalan keluar yg paling baik untuk protein berkualitas. Protein yang menjalani proses fermentasi sangat baik untuk kesehatan saluran cerna. Tahu dan tempe lebih baik daripada kacang kedelai. Sementara, yogurt dan keju memiliki kelebihan daripada susu,” kata dr. Tirta.

Tidak hanya zat gizi makro, zat gizi mikro juga sangat dibutuhkan. Memastikan di piring kita memiliki sayuran dan buah dengan 5 warna berbeda akan menjadi penanda yang baik bahwa asupan vitamin dan mineral kita tercukupi.

Proses memasak mempengaruhi kualitas dan kuantitas vitamin dan mineral.  Hindari proses memasak yang rumit dan menggunakan bahan yang terlalu banyak.

Fokus pada rasa asli sayuran dan masaklah sesingkat mungkin. Sayur bening bayam lebih baik daripada bayam yang disayur bobor (memakai santan). Daun ubi rebus lebih baik daripada gulai daun ubi tumbuk.

Hindari gorengan dan perbaiki pola minum air putih

Hindari untuk mengkonsumsi gorengan baik saat sahur dan berbuka. Kebiasaan masyarakat kita, gorenganan jadi hidangan utama saat berbupa puasa sementara gorengan mengandung lemak yang tinggi.

Mengkonsumsi suplemen Vitamin tidak selalu harus dilakukan. Vitamin dan mineral dapat dipenuhi dari makanan seimbang yg kita konsumsi. Suplemen Vitamin dianjurkan jika tubuh sangat membutuhkan atau kita dalam kondisi sakit.

Untuk mengatasi dehidrasi akibat berpuasa maka dianjurkan untuk mencukupkan asupan cairan saat waktu berbuka hingga sahur.

Pastikan kebutuhan cairan (sekitar 2-2,5 liter) terpenuhi.  Konsumsi secara bertahap agar tidak kembung dan tidak memberatkan fungsi ginjal.

Terkait pola minum air bisa disesuaikan misalnya saat buka puasa minum satu gelas, saat makan ketika berbuka satu gelas dan seterusnya hingga kuota kebutuhan terpenuhi hingga ketika sahur. Disesuaikan dengan kondisi tubuh kurang lebih 2-2,5 liter.

Kecuali ketika kita memiliki aktivitas yang tinggi atau olahraga maka dianjurkan untuk mengkonsumsi air dalam jumlah yang banyak sehingga menjaga cairan tubuh sehingga dehidrasi dapat segera teratasi.

Hindari aktifitas outdoor yg berlebihan terutama saat cuaca panas.  Gunakan payung dan seringlah membasuh muka dan tangan agar tidak dehidrasi.

Pantau warna urine saat berbuka, jika masih pekat artinya hidrasi belum baik. Tambahkan lagi cairan sampai urine terlihat kuning muda cenderung bening.

Itulah panduan aman berpuasa di masa pandemi dari pakarnya. Selamat menjalani puasa ramadhan!

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2