Patah Tulang, Tanaman Hias yang Ampuh Patahkan Penyakit

Klikhijau.com – Patah Tulang, tanaman itu tumbuh di depan rumah Kahar. Saat hujan menderas kemarin (Kamis, 26 Agustus 2021). Aktivitas menyambung pipa ke tandabaca saya hentikan. Lalu bergeser ke ruma...

Patah Tulang, Tanaman Hias yang Ampuh Patahkan Penyakit
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Patah Tulang, tanaman itu tumbuh di depan rumah Kahar. Saat hujan menderas kemarin (Kamis, 26 Agustus 2021). Aktivitas menyambung pipa ke tandabaca saya hentikan. Lalu bergeser ke rumah Kahar untuk berteduh sambil ngopi.

Di depan rumahnya yang dihijaukan tanaman hias itu, terdapat dua tanaman patah tulang yang tumbuh—tepat dipinggir kolam ikannya yang mungil.

Tanaman itu tumbuh subur dengan ketinggian satu meter lebih. Tangkainya yang mungil terlihat menjalar ke mana-mana dengan rimbun dan segar.

Di Indonesia, tanaman ini memang dijadikan tanaman hias, tanaman pagar, tanaman obat, bahkan juga banyak yang tumbuh liar.

Ia dapat  ditemukan dari dataran rendah hingga pada  ketinggian 600 mdpl. Sangat menyukai  tempat terbuka yang bersentuhan langsung dengan cahaya matahari.

Meski begitu jika ditelisik lebih dalam, sesungguhnya ia bisa ditemukan dalam semak-semak kering sebab itu merupakan habitat aslinya.

Patah tulang adalah jenis tanaman yang berdaun minim. Yang menjadi daya tarik dari tanaman ini adalah tangkainya yang selalu hijau segar dan manfaatnya.

Ia bisa jadi tanaman hias yang memiliki pesona kesegaran tersendiri. Tumbuh dengan tegak, bisa mencapai ketinggian 2 hingga 6 meter.

Ia bernama latin Euphorbia tirucalli L, merupakan salah satu tanaman yang  telah lama dimanfaatkan sebagai  obat untuk pengobatan tradisional di dunia.

Ia berasal dari famili Euphorbiaceae, yang  diyakini ampuh membasmi bakteri dan jamur tertentu. Khususnya yang diketahui sebagai mikrobia sumber penyakit (patogen) manusia. Seperti penyakit kulit, di antaranya jerawat.

Kandungan patah tulang

Menurut Toana dan Natsir (2011), rantingnya mengandung alkaloida, tanin, steroida, flavonoida saponin, flavonoida, triterpenoida, dan hidroquinon yang memiliki efek sebagai antimikroba

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2