Paradoks Lapangan Kerja Pada Industri Padat Modal, Antara Janji Kesejahteraan dan Realitas Ekologi

Klikhijau.com - Narasi pembangunan ekonomi modern, pembukaan lapangan kerja sering kali menjadi mantra sakti yang digunakan untuk melunakkan hambatan sosial. Di balik deru mesin ekskavator dan pemba...

Paradoks Lapangan Kerja Pada Industri Padat Modal, Antara Janji Kesejahteraan dan Realitas Ekologi
Bacakan Artikel

Hutan yang dulunya menjadi sumber pangan dan obat-obatan berganti menjadi lahan beton atau lubang tambang. Di sinilah letak ironinya, lapangan kerja yang ditawarkan bersifat sementara (sering kali hanya selama kontrak proyek), namun kerusakan lingkungan bersifat permanen.

[irp]

James Oโ€™Connor, dalam teorinya tentang Second Contradiction of Capitalism, menjelaskan bahwa industri cenderung menghancurkan kondisi produksinya sendiri, yaitu alam. Ketika lingkungan rusak, mata pencaharian tradisional masyarakat (seperti bertani atau melaut) hancur.

Masyarakat kemudian terpaksa bergantung sepenuhnya pada upah industri. Jika perusahaan tersebut tutup karena sumber daya alamnya habis atau harga komoditas jatuh, masyarakat lokal akan tertinggal tanpa pekerjaan dan tanpa lingkungan yang mampu menghidupi mereka kembali. Inilah yang disebut sebagai hilangnya kedaulatan ekologi.

Menyelesaikan dilema ini memerlukan pergeseran paradigma dari pertumbuhan ekonomi buta menuju Keberlanjutan yang Berkeadilan (Just Transition).

Pembangunan tidak boleh hanya diukur dari angka investasi yang masuk, tetapi dari sejauh mana masyarakat lokal mampu berpartisipasi secara bermartabat tanpa harus mengorbankan masa depan ekologis mereka.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: