Oleh-Oleh dari Bincang Literasi Lingkungan di Sudut Kota Kelahiran B.J. Habibie

Klikhijau.com - Malam yang cerah di suatu sudut kota di Parepare, Sulawesi Selatan. Kota kelahiran presiden ke-3 RI: B.J. Habibie. Lebih tepatnya di salah satu lorong kota yang ramai. Di Sabtu mala...

Oleh-Oleh dari Bincang Literasi Lingkungan di Sudut Kota Kelahiran B.J. Habibie
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Malam yang cerah di suatu sudut kota di Parepare, Sulawesi Selatan. Kota kelahiran presiden ke-3 RI: B.J. Habibie.

Lebih tepatnya di salah satu lorong kota yang ramai. Di Sabtu malam yang dingin, sekelompok anak muda berkumpul di satu teras. Teras toko buku Interaksi. Saling menyapa. Bersenda gurau. Pun yang lain bergelut dengan buku. Mencerna kata per kata dari kalimat yang berjejer rapi. Melahap kalimat demi kalimat yang membuat imajinasi mereka melayang-layang tak terkira.

Pecinta-pecinta literasi ini berkumpul memenuhi undangan diskusi. Diskusi seperti malam mingu-malam minggu sebelumnya. Kali ini pemantik diskusinya adalah seorang penulis yang berprofesi sebagai ASN. ASN di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kegemarannya memotret dan menulis cerita penjelajahannya menelusuri hutan membawanya menjadi kontributor di beberapa media.

Karena itu, Azwar Radhif, pemilik toko buku Interaksi, mengundangnya sebagai pembicara di Sabtu, 15 Juni 2024. Azwar pun menjadwalkan diskusi setelah salat Isya.

Selepas Isya peserta diskusi mulai berdatangan. Panitia kecil juga tampak sibuk menyiapkan arena diskusi. Meramu toko menjadi area lapang berkumpul. Tanpa perintah, para pemuja buku ini membentuk lingkaran bersiap mendengarkan cerita-cerita yang dinanti.

Taufiq Ismail, pemantik diskusi, telah berada di antara mereka.

Saat sesi pembukaan diskusi, peserta yang hadir sekitar sepuluh orang. Seiring berjalan diskusi, beberapa pemuda lainnya pun mulai berdatangan hingga mencapai lebih dari dua puluh orang. Sebagian dari mereka berasal dari komunitas pegiat literasi dan mahasiswa.

Moderator kemudian membuka diskusi. Setelah mengucapkan salam, ia kemudian menyapa peserta. "Selamat datang pada sesi diskusi kita malam ini. Malam ini, Saudara Taufiq akan membawa kita menjelajah Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung dengan gambar dan tulisan-tulisannya di media," sambut Dian, sang moderator.

Taufiq kemudian mengambil alih mic. Pengendali Ekosistem Hutan taman nasional itu menyampaikan materi yang telah ia siapkan. Menyampaikannya melalui proyektor yang telah panitia siapkan.


Mendendangkan sekilas tentang taman nasional dan potensinya. Menyertakan foto-foto satwa yang ia abadikan saat menjelajah hutan. Menjelajah hutan dengan berpatroli  dan memonitoring populasi satwa.

Alumni SLTP Negeri 2 Parepare ini, mencontohkan aktivitas memonitor Tarsius fuscus dan menulis kisahnya. Kisah Tarsius kemudian ia rilis di media, salah satunya di Klikhijau.com.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2