Ngeri, Studi Temukan Mikroplastik Telah Menyusup ke Darah Manusia

Klikhijau.com -  Mikroplastik semakin bergerak liar. Tahun lalu (2021) ada penelitian yang  melaporkan jika mikroplasti telah terdapat dalam feses bayi (baca di SINI) Dan tahun 2022 ini para peneli...

Ngeri, Studi Temukan Mikroplastik Telah Menyusup ke Darah Manusia
Bacakan Artikel

Penelitian ini didanai oleh Common Seas dan Organisasi Nasional Belanda untuk Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Bersama 80 LSM dan beberapa anggota parlemen Inggris, organisasi-organisasi ini menyerukan kepada pemerintah Inggris untuk meneliti lebih lanjut dampak mikroplastik pada manusia.

Plastik, masalah utama dunia modern

Harus diakui bahwa polusi plastik adalah masalah utama di dunia modern saat ini. Setiap tahun, berton-ton plastik dibuang ke lingkungan.

Pada studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa mikroplastik sekarang mencemari seluruh dunia, termasuk daerah terpencil.

Belum lama ini, juga ada sebuah studi yang menemukan 10 kali lebih banyak  polusi mikroplastik  di Atlantik daripada yang diperkirakan sebelumnya. Sementara studi lain menemukan jumlah mikroplastik yang tinggi  disimpan di dasar laut .

Sementara itu, pada tahun 2020 lalu,  sebuah penelitian juga menemukan  mikroplastik dalam produk  yang dijual di pasar.

Hal ini Ini bisa menjadi salah satu sumber mikroplastik yang ditemukan dalam tubuh manusia. Pada titik ini, sebagian besar sumber makanan yang dikonsumsi manusia kemungkinan besar terkontaminasi oleh plastik.

Mikroplastik tidak hanya ditemukan dalam darah manusia, pada sebuah studi tahun 2021 lalu, para peneliti telah menemukan mikroplastik dalam aliran darah sapi.

Namun meski begitu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan efek plastik pada tubuh. Hanya saja para peneliti di balik penelitian tersebut mengatakan partikel plastik dapat merusak sel-sel tubuh.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa partikel polusi udara yang dihirup menyebabkan jutaan kematian dini setiap tahunnya. Para peneliti khawatir temuan yang sama dapat diterapkan pada mikroplastik.

Jadi, tetaplah waspada dan kurangi pemakaian barang berbahan plastik, sahabat hijau.

Sumber: Inhabitat

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2