Peringatan Hari Air di Masa Tobat dan Pertobatan Ekologis

Klikhijau.com - Hari Air dirayakan setiap tahunnya, tepatnya pada tanggal 22 Maret. Namun dua hari lebih cepat, Pagi itu, Minggu 20 Maret, Ekopastoral Fransiskan Pagal bekerja sama dengan seksi JPIC P...

Peringatan Hari Air di Masa Tobat dan Pertobatan Ekologis
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Hari Air dirayakan setiap tahunnya, tepatnya pada tanggal 22 Maret. Namun dua hari lebih cepat, Pagi itu, Minggu 20 Maret, Ekopastoral Fransiskan Pagal bekerja sama dengan seksi JPIC Paroki Kristus Raja Pagal, merayakan Hari Air Bersama umat di Stasi Akel, Desa Bere, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai, NTT.

“Aku percaya bahwa merusak sumber-sumber air dan mencemari air  dengan racun dan polusi adalah merupakan kejahatan terhadap Dikau dan sesama makhluk hidup!”

Demikian salah satu seruan dari delapan bait ikrar air yang diucapkan dalam ibadat pemberkatan pohon saat peringatan Hari Air, di Stasi Akel.

Setiap seruan yang dijawab “Aku percaya” oleh umat yang hadir diakhiri dengan seruan yang mengandung tanggung jawab iman untuk melindungi dan merawat ciptaan Tuhan.

“Aku percaya  bahwa kami disucikan berkat karunia Roh Melalui pembaptisan yang mengangkat kami menjadi anak-anak-Mu dan bertanggung jawab atas semua mekhluk ciptaan.”

Dalam renungan singkat saat ibadat pemberkatan pohon di Mata Air Wae Lolok, Pastor Johnny Dohut OFM mengatakan menanan pohon di masa tobat ini, bukan hanya sebatas sebagai pekerjaan fisik, berjalan melewati tebing dan lembah untuk menanam pohon. Lebih dari itu, apa yang dilakukan ini bermakna spiritual, yakni perwujudan pertobatan ekologis.

“Kita merusak ciptaan Tuhan dengan banyak cara, seperti mencemari air dengan sampah, mematikan sumber air dengan membabat hutan, meracuni air dengan pestisida dan limbah," ungkapnya.

"Hari ini kita mengakui semua dosa itu dan  melakukan pertobatan ekologis. Sambil bersyukur atas anugerah Saudari Air yang menopang hidup kita dan segala makhluk, kita mau berkontribusi untuk ambil bagian dalam melestarikan sumber-sumber air dengan menanam pohon," ajak Pastor Johnny.

Ketua Seksi JPIC Paroki Kristis Raja Pagal, Bapak Herman Daur, dalam sambutannya pagi itu mengingatkan umat Stasi Akel bahwa menanam pohon di sumber-sumber air adalah poin penting dalam rekomendasi seminar ekologi yang dilaksanakan dalam rangka ulang tahun paroki ke-80 pada tahun 2019 lalu.

Ia menambahkan agar perayaan syukur panen (Penti) mesti juga memberi perhatian untuk kegiatan menanam pohon di mata air.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2