Ngeri, Sampah Plastik Mengancam Burung Migran di Danau Limboto

Klikhijau.com - Bagi mereka yang memiliki ketertarikan mengamati burung, Danau Limboto di Gorontalo, merupakan tempat terbaik yang bisa didatangi. Tak hanya burung-burung liar penetap, satu keistimewa...

Ngeri, Sampah Plastik Mengancam Burung Migran di Danau Limboto
Bacakan Artikel

Edukasi lingkungan kepada anak-anak sekolah, dilakukan dengan model diskusi interaktif, tebak gambar, kuis, serta permainan di luar ruangan bersama dua wisatawan mancanegara yang memiliki perhatian terhadap isu sampah plastik dan keragaman hayati.

Danny Rogi, dari Perkumpulan Biota, menjelaskan posisi Gorontalo yang berada di jalur East Asia Australia fly way atau lintasan terbang Asia Timur-Australia.

Ini yang membuat burung migran banyak singgah ke Gorontalo. Namun sangat disayangkan, ketika burung-burung itu singgah ke danau, justru banyak terpapar sampah plastik.

Kematian burung dengan perut penuh plastik hingga terjerat jaring berbahan plastik, merupakan ancaman nyata. Danau Limboto merupakan wilayah terbuka publik, bukan kawasan konservasi.

Selain sampah plastik, keanekaragaman hayatinya terancam akibat perubahan lanskap danau, serta ada pemburu burung menggunakan senjata. Salah satu contoh adalah tingkah burung laut mencari makan.

Ketika sampah plastik seperti tas kresek, sedotan minuman, hingga botol mengapung di permukaan air, dapat dengan mudah dianggap sebagai makanan. Baik karena bentuk maupun bau.

Partikel plastik yang tajam bisa menyebabkan kematian langsung dengan menusuk organ internal burung. Tetapi kebanyakan, burung yang mengkonsumsi plastik memberikan perasaan lapar kronis atau memberikan sensasi perut kenyang tanpa memiliki nilai nutrisi.

Sejauh ini, pemerintah daerah sudah menyusun langkah awal yang didorong dengan membuat Surat Edaran Bupati Kabupaten Gorontalo.
Tujuannya yaitu pembiasaan kepada masyarakat untuk pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2