Minuman Khas Jogja dan Sulsel ini Tak Hanya Enak, Juga Menyehatkan

Klikhijau.com – Suatu waktu di awal malam, Ibu sedang sibuk di dapur. Padahal ia mengaku capek setelah beraktivitas seharian di kebun. Ketika ia keluar ke ruang tengah, saya bertanya sedang masak a...

Minuman Khas Jogja dan Sulsel ini Tak Hanya Enak, Juga Menyehatkan
Bacakan Artikel

Harganya pun cukup terjangkau. Jika di Makassar, kuliner sarabba yang paling terkenal terletak di jalan Sungai Cerekang, bukanya hanya pada malam hari. Sarabbba memang paling enak di seruput saat malam, saat cuaca sedang dingin.

Arief Balla, dalama bukunya Kepada Jauh yang Dekat pada halaman 131 mengungkapkan bahwa dulu masyarakat Bugis selalu meminum tuak “ballo” untuk menghangatkan tubuh. Di sisi lain, Islam melarang keras minuma tuak sebagai salah satu jenis minuman keras yang memabukkan. Kemudian munccullah minuma sarabba yang berfungsi sebagai pengahngat tubuh pengganti tuak yang tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam (2019)

Jika merujuk pada pendapat di atas, maka tidak heran jika sarabba biasanya dinikmati saat malam hari, apalagi saat cuaca sedang hujan.

Saya nyaris tak pernah temukan orang yang menyeruput sarabba saat matahari sedang garang-garangnya memanggang bumi.

[irp]

Pun nyaris pula tak pernah menemui penjual di pinggir jalan, khususnya di Makassar yang membuka kedainya sarabbanya di siang bolong, saat matahari terik mengeringkan.

Sama-sama menghangatkan

Lalu, mungkin ada yang bertanya kenapa sarabba harus disandingkan dengan minuman khas Jogyakarta, wedan uwuh.

Hal itu disebab karena tujuan utama minuman itu memiliki kesamaan, yakni untuk mengusir gigil yang bermukim dalam tubuh saat cuaca sedang dingin.

Hanya bedanya, wedang uwuh yang merupakan minum khas Imogiri, Yogyakarta memiliki bahan dari rempah-rempah.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: