Mikroplastik Kian Mencemaskan, Para Peneliti Teliti Laut Jepang

Klikhijau.com - Lagu Makassar mengalun lembut, membuat kantuk tiba lebih cepat. Namun, saya membujuk mata agat tak menyerah pada kantuk. Apalagi setelah saya temukan tulisan di Voaindonsia mengenai...

Mikroplastik Kian Mencemaskan, Para Peneliti Teliti Laut Jepang
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Kapal andalan yayasan itu, Tara sudah pernah ke Jepang sebelumnya. Untuk survei tahun 2017 tentang terumbu karang di Samudera Pasifik, namun tidak akan dilibatkan dalam survei penelitian baru kali ini.

[irp]

Sebagai gantinya, penelitian itu akan bekerjasama dengan jaringan Japanese Association for Marine Biology atau Asosiasi Biologi Laut Jepang (JAMBIO), yang memiliki lebih dari 20 infrastruktur di pantai yang dilengkapi dengan perlengkapan penelitian.

“Suatu hal yang sangat penting untuk memiliki angka yang berpotensi pada pengembangan strategi untuk membatasi polusi plastik di laut. Tetapi juga membuat gambaran permodelan aliran plastik,” papar Sylvain Agostini, seorang peneliti di Universitas Tsukuba yang akan turut serta dalam proyek tersebut.

Sekitar delapan juta ton sampah plastik setiap tahun masuk ke sejumlah lautan dunia. Masalah ini semakin mendapat perhatian di Jepang.

Pemerintah berjanji untuk mengurangi 9,4 juta ton sampah plastik tahunan negara itu sebesar 25 persen pada tahun 2030. Juga melarang kantong-kantong plastik gratis di sejumlah supermarket pada akhir tahun 2020.

Setelah survei terhadap Jepang, yayasan itu mempertimbangkan perhatiannya beralih ke China, papar Trouble. Dan akan menghubungkannya dengan beberapa universitas lokal untuk melakukan sebuah survei serupa di sana

Nah, begitulah berita yang disiarkan voaindonesia. Sampah plastik di laut memang telah mengkhawatirkan. Karenanya, setop penggunaan plastik dan membuangnya sembarangan tempat!

[irp]

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2