Mewaspadai Kekeringan Meteorologis yang Berpotensi Melanda Indonesia

 Klikhijau.com – Sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami kekeringan meteorologis pada musim kemarau. Hal tersebut disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). K...

Mewaspadai Kekeringan Meteorologis yang Berpotensi Melanda Indonesia
Bacakan Artikel

Dwikorita menyampaikan bahwa mayoritas wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara sudah mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) sepanjang 21-30 hari atau lebih panjang.

[irp]

Lebih lanjut, analisis jumlah curah hujan dan jenis hujan yang dilakukan BMKG menunjukkan bahwa kondisi kering  mulai terjadi di Indonesia, khususnya  bagian selatan garis khatulistiwa.

Dwikorita juga menuturkan, kepada pemerintah daerah, BMKG merekomendasikan agar daerah yang masih mengalami hujan atau transisi dari musim hujan ke musim kemarau, untuk dapat segera mengoptimalkan secara lebih masif upaya untuk memanen air hujan.

Pemanenan dapat dilakukan melalui tandon-tandon/ tampungan-tampungan air, embung-embung, kolam-kolam retensi, sumur-sumur resapan, dan lain sebagainya seiring dengan upaya mitigasi dampak kejadian ekstrem hidrometeorologi basah yang sedang dilakukan.

"Terkait pertanian, maka pola dan waktu tanam untuk iklim kering pada wilayah terdampak dapat menyesuaikan. Karenanya, BMKG akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Menteri Pertanian dan Gubernur Provinsi terdampak," imbuhnya.

Dwikorita mengungkapkan bahwa BMKG berharap informasi peringatan dini kesiap-siagaan musim kemarau tersebut dapat dimanfaatkan secara efektif oleh pemerintah pusat dan daerah.

[irp]

Karhutla mengintai

Sementara itu, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Aldacena Sopahelhuacan mengatakan, pemantauan  anomali iklim global di Samudera Pasifik menunjukkan indeks ENSO +0,21, artinya masih netral hingga akhir Mei 2024.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: